Mengenal Tujuan Akuntansi

Tujuan akuntansi secara keseluruhan adalah memberikan informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

Pengertian Akuntansi

Berikut ini adalah pengertian-pengertian akuntansi menurut sumber yang terpercaya.

Menurut APB Statement no. 4 (tahun 1970)

Menurut APB statement no. 4 (tahun 1970) yang berjudul “Basic Concepts and Accounting Principles Underlying Financial Statements of Business Enterprises“, akuntansi adalah:

“Sebuah aktivitas jasa, di mana fungsinya dalam memberikan informasi kuantitatif, terutama informasi mengenai keuangan dan entitas ekonomi, yang dimaksudkan akan menjadi berguna (dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam membuat pilihan di antara berbagai alternatif yang ada)”.

Menurut ASOBAT tahun 1966

Menurut A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) yang diterbitkan oleh American Accounting Association (AAA) pada tahun 1966, akuntansi didefinisikan sebagai:

“Proses mengidentifikasi, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi bagi para penggunanya dalam mempertimbangkan berbagai alternatif yang ada dan membuat kesimpulan”.

Menurut AICPA

Sedangkan menurut American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), akuntansi adalah:

“Seni pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran transaksi dan peristiwa keuangan dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, termasuk penafsiran atas hasil-hasilnya”.

Ada banyak pihak yang memberikan pandangan secara berbeda mengenai akuntansi, yaitu akuntansi sebagai suatu ideologi, bahasa, catatan historis, realita ekonomi, sistem informasi, komoditi, pertanggungjawaban, dan teknologi.

Tujuan Akuntansi

Setelah mengenal akuntansi, kini saatnya mengetahui apa saja tujuan dibuatnya sebuah proses akuntansi.

Akuntansi sebagai suatu ideologi

Akuntansi sebagai ideologi

Akuntansi dianggap sebagai suatu alat untuk melegitimasi keadaan dan struktur sosial, ekonomi, dan politik kapitalis.

Bahkan menurut Karl Marx, akuntansi merupakan bentuk kesadaran yang palsu dan merupakan alat untuk memistikkan, bukan memberikan informasi yang benar tentang hubungan sosial yang membentuk lembaga produksi.

Ideologi kapitalis telah menyebarkan paham bahwa yang menjadi penggerak produksi adalah pemilik modal, sedangkan menurut Karl Marx adalah bahwa pekerja lah yang seharusnya dianggap sebagai penggerak dan pemilik faktor produksi, yang pada akhirnya memiliki hak untuk menikmati hasil produksi.

Baca juga  Laporan Keuangan: Fungsi dan Tujuannya

Akuntansi tidak bebas nilai, dan sering dijadikan sebagai alat untuk melegitimasi dan mendukung ideologi kapitalis atau penguasa organisasi.

Organisasi terbentuk dari sekumpulan manusia. Misi dan tujuan organisasi seharusnya disesuaikan dengan sikap hidup dan filosofi dari manusianya selaku pembentuk organisasi.

Kalau ideologi seseorang berbeda dengan ideologi yang telah melahirkan akuntansi konvensional (kapitalis), maka konsep akuntansi yang dipakai juga seharusnya berbeda.

Pada kenyataannya, konsep akuntansi yang mendominasi praktek pada saat ini adalah konsep akuntansi yang dilahirkan dari paham kapitalis (ideologi negara barat).

Akuntansi sebagai bahasa bisnis

Akuntansi sebagai bahasa bisnis

Akuntansi sering dianggap sebagai bahasa bisnis, yang fungsinya dalam mengkomunikasikan informasi mengenai perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders).

Lewat bahasa akuntansi inilah, pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi keuangan dan hasil kinerja perusahaan.

Sama seperti halnya dengan bahasa, akuntansi juga memiliki simbol-simbol, istilah, dan kata-kata, yang terkadang hanya dapat dipahami oleh mereka yang mengetahui atau mengerti tentang akuntansi.

Contohnya adalah mengenai istilah debet-kredit, akun (perkiraan), jurnal penutup, buku besar, neraca, jurnal pembalik, dan lain-lain.

Kalau bahasa memiliki tata bahasa, maka akuntansi juga memiliki aturan-aturan atau ketentuan yang memungkinkan stakeholders memahami pesan yang disampaikan perusahaan.

Contohnya adalah ketentuan atau aturan mengenai persamaan dasar akuntansi, saldo normal, proses penyesuaian, mekanisme pembuatan jurnal penutup, pengakuan pendapatan dan beban, pencatatan dan penilaian persediaan, penghapusan piutang tak tertagih, pengakuan bunga berjalan, dan lain-lain.

Akuntansi sebagai catatan historis

Akuntansi sebagai catatan historis

Kalau kita berbicara mengenai akuntansi, maka sesungguhnya yang menjadi pusat perhatian dari pelaporan adalah data transaksi keuangan (bisnis) yang telah lewat.

Akuntansi dianggap sebagai wahana untuk memberikan gambaran tentang sejarah organisasi dan transaksi yang dilakukannya dengan lingkungannya pada masa yang telah lewat.

Catatan ini akan menunjukkan bagaimana manajemen mengelola sumber daya perusahaan. Data historis ini (yang dapat diukur dan dikuantifikasi) akan dicatat dalam jurnal, diposting ke buku besar, dan kemudian menghasilkan laporan keuangan.

Baca juga  Laporan Keuangan: Fungsi dan Tujuannya

Akuntansi sebagai realita ekonomi saat ini

Akuntansi sebagai realita ekonomi

Akuntansi dianggap dapat memberikan gambaran mengenai keadaan atau realita ekonomi perusahaan pada saat ini.

konsekuensinya adalah bahwa aktiva dan kewajiban perusahaan harus dicatat dan dilaporkan dengan menggunakan nilai pasar wajar saat ini, bukan biaya historis.

Dalam praktek antara penggunaan biaya historis dan nilai pasar wajar sebagai atribut pengukuran seringkali masih menjadi perdebatan.

Ada pihak yang beranggapan bahwa penggunaan biaya historis sebagai dasar pencatatan dan pelaporan memiliki keunggulan dibandingkan dengan atribut Pengukuran lainnya, yaitu lebih dapat diandalkan.

Secara umum, pengguna laporan keuangan lebih memilih menggunakan biaya historis karena memberikan tolak ukur yang lebih dapat dipercaya (lebih objektif).

Sedangkan pihak lainnya justru beranggapan bahwa informasi yang disajikan berdasarkan nilai pasar wajar adalah lebih relevan bagi pengguna laporan keuangan dibanding dengan biaya historis.

Pengukuran dengan menggunakan nilai wajar, menyediakan gambar yang lebih baik tentang nilai aktiva dan kewajiban perusahaan.

Akuntansi sebagai sebuah sistem informasi

Akuntansi sebagai sistem informasi

Akuntansi merupakan teknik yang menggambarkan proses hubungan antara Sumber data keuangan dengan para penerima informasi melalui saluran komunikasi tertentu yang dinamakan siklus akuntansi.

Seluruh data transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan dipindah-bukukan (diposting) ke dalam buku besar sesuai dengan klasifikasi masing-masing akun terkait.

Langkah selanjutnya dalam menyiapkan neraca saldo, menganalisis data penyesuaian, menyiapkan ayat jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, laporan keuangan, ayat jurnal penutup, neraca saldo setelah penutupan, dan ayat jurnal pembalik.

Proses akuntansi yang diawali dengan menganalisis dan menjurnal transaksi, dan yang diakhiri dengan membuat laporan dinamakan sebagai siklus akuntansi (accounting cycle). Produk akhir dari siklus akuntansi adalah laporan keuangan.

Akuntansi sebagai komoditi

Akuntansi sebagai komoditi

Komoditi adalah barang yang dibutuhkan konsumen karena daya gunanya.

Output akuntansi yang berupa laporan keuangan, yang berisi informasi mengenai posisi keuangan dan hasil kinerja perusahaan, adalah merupakan hasil dari sebuah sistem akuntansi.

Baca juga  Laporan Keuangan: Fungsi dan Tujuannya

Output ini sangat dibutuhkan oleh para penggunanya terutama dalam proses pengambilan keputusan ekonomi (baik keputusan investasi, kredit, maupun keputusan serupa lainnya).

Komoditi ini akan tetap diproduksi dan dicari apabila dapat memberikan manfaat pada para penggunanya.

Dalam era informasi (globalisasi) ini, profesi akuntansi harus mampu mengatasi resiko atas kemungkinan tidak terpenuhinya kebutuhan users akan informasi keuangan.

Sudah saatnya bagi profesi akuntansi untuk memulai mengambil tindakan-tindakan yang dapat menjamin utilitas laporan keuangan di masa mendatang.

Akuntansi sebagai pertanggung jawaban

Akuntansi sebagai pertanggung jawaban

Laporan keuangan, sebagai produk akhir dari serangkaian akuntansi, merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen kepada pihak principal (investor, pemilik dana. pemodal) untuk melaporkan hasil atau kinerja yang telah dilakukan sepanjang periode.

Dalam hal ini manajemen bertindak selaku agen atau pihak yang telah diberi wewenang dan kepercayaan penuh oleh principal untuk mengelola aset atau bisnis perusahaan.

Dengan adanya laporan pertanggung jawaban ini, maka sumber daya ekonomi yang telah dipercayakan oleh principal untuk dikelola manajemen dapat ditelusuri.

Akuntansi sebagai teknologi

Akuntansi sebagai teknologi

Teori akuntansi merupakan bagian dari praktek. Agar teori akuntansi bisa dipakai dalam praktek maka diperlukan sebuah teknologi untuk menjembatani antara teori tersebut dengan praktek.

Teknologi bisa berdimensi teori dan praktek, dimana memiliki struktur ilmiah yang berlandaskan Logika, dan juga berdimensi intuitif atau judgement yang berasal dari kenyataan sosial.

Kalau teori berguna untuk menjawab pertanyaan “mengapa”, sedangkan teknologi menjawab pertanyaan “bagaimana caranya”.

Jadi akuntansi adalah sebuah teknologi perangkat lunak, yang ditujukan untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku variabel-variabel sosial atau ekonomi tertentu. Wujud yang nyata dari akuntansi sebagai perangkat lunak adalah bahwa akuntansi merupakan disiplin ilmu rekayasa informasi dan pengendalian keuangan.

Kesimpulan

Itulah pengertian dan tujuan dari diadakannya sebuah proses akuntansi.

Tentu saja jika Anda masih baru belajar akuntansi, tentu akan lebih baik mempercayakan proses pengerjaan akuntansi ini kepada yang lebih ahli. Sudah banyak sekali jasa akuntansi sekaligus pembukuan yang ada di berbagai kota di Indonesia.

Bagaimana dengan tujuan proses akuntansi yang ingin Anda capai?

Tinggalkan komentar