Gunakan Tombol Call To Action Di Email Marketing Anda (Studi Kasus)

Tombol call to action

Inilah saran dalam email marketing yang paling sederhana:

Jika Anda ingin orang mengklik, gunakanlah tombol.

Ada banyak studi kasus mengenai topik ini. Misalnya, Campaign Monitor, mendapat kenaikan rasio klik sebesar 28% saat mereka menguji email dengan tes A/B dan tanpa tombol.

Ketika menulis sebuah email dan merancang tombol call to action, cobalah selalu mengacu pada pakar konversi Joanna Wiebe:

Apa yang harus diungkapkan dari sebuah tombol?


Aturan praktis saat menulis call to action adalah membuat tombol dengan menyertakan dan melengkapi kalimat ini: Saya ingin ________________

Ini mewakili keinginan pembaca email setelah membaca isi email Anda.

Harus seperti apa desain tombol saya?

  • Efek 2 dimensi
  • Warna kontras dan non-abu-abu
  • Teks yang menonjol (misalnya, warna yang berbeda)
  • Ruang kosong (whitespace) disekitarnya
  • Panah menunjuk ke arah tombol dengan teks instruksional

Ada banyak contoh diatas dalam email marketing, tapi berikut ini beberapa desain yang sangat kita sukai.

Email Evernote ini menggunakan warna-warna lembut dan bahasa yang meyakinkan. Berawal dari call to action yang menjelaskan mengapa Evernote begitu meyakinkan sebelum menggunakan tombol hijau dan dengan huruf tebal (bold).

Tombol call to action 1

Contoh dari CreativeLive berikut, tidak ada yang salah jika mereka menginginkan sesuatu dari Anda. Tombol Call to action yang bersifat tegas, sederhana dan langsung.

Tombol call to action 2

Jika Anda ingin mempelajari mengenai penggunaan warna yang secara psikologis berpengaruh terhadap penjualan, silahkan baca artikel tentang 6 warna yang terbukti mampu meningkatkan penjualan ini

Baca juga  Gamifikasi Dalam Email Marketing (Penerapan dan Studi Kasus)

Tinggalkan komentar