Tentang Tinjauan Pustaka dan Kesalahan Umum Dalam Menulisnya

Tinjauan pustaka merupakan hal yang umum dalam ilmu sosial tapi kadang juga dibutuhkan dalam disiplin ilmu lainnya. Tinjauan pustaka adalah rangkuman dari penelitian masa lalu di area subjek Anda.

Kadang tinjauan pustaka berupa investigasi bagaimana sebuah ide atau bidang dikembangkan seiring waktu. Tapi, tinjauan pustaka lebih umum dalam karya tulis akademik, thesis, atau disertasi yang menjadi background dari terjadinya penelitian.

Ada beberapa alasan kenapa tinjauan pustaka dibuat:

Untuk menunjukkan pemahaman

Photo credit: Google

Pada karya tulis mahasiswa, And bisa gunakan tinjauan pustaka untuk menunjukkan Anda memahami masalah yang dibahas. Ini berarti mengidentifikasi, merangkum, dan menilai penelitian masa lalu yang relevan dengan penelitian Anda sendiri.

Membenarkan penelitian Anda

Photo credit: Google

Tinjauan pustaka juga punya peran besar dalam membenarkan penelitian dan menetapkan pertanyaan penelitian. Ini karena memeriksa penelitian lampau membuat Anda mengidentifikasi kekurangan dalam tinjauan, yang kemudian bisa Anda gunakan atau tambahkan di penelitian Anda.

Menetapkan kerangka teori

Tinjauan pustaka bisa dijadikan sebagai dasar penelitian. Bagian penting dari hal ini adalah merumuskan kerangka teori, yang terdiri dari konsep dan teori yang menjadi dasar penelitian Anda.

Mengembangkan metodologi

Photo credit: Google

Membuat tinjauan pustaka sebelum memulai penelitian juga membuat Anda melihat seberapa mirip penelitian yang telah dilakukan di masa lalu. Dengan memeriksa kekuatan dan kelemahan penelitian yang sekarang, Anda bisa pastikan memilih metode, sumber data, dan teknik analisa yang paling tepat untuk penelitian Anda.

Baca juga  Doa Nabi Sulaiman dan Kisahnya

Untuk mendukung temuan Anda

Ketika Anda menulis temuan, tinjauan pustaka Anda akan memberi referensi penting. Bila hasil penelitian Anda mirip penelitian lalu, misalnya, Anda bisa katakan penelitian Anda mendukung teori yang sudah ada. Bila hasilnya berbeda, Anda perlu bahas kenapa dan apakah perbedaan ini penting.

Menghindari plagiarisme

Photo credit: Google

Bayangkan skenario ini: Anda telah menulis karya tulis penelitian, karya tulis yang original di area spesialisasi Anda, tanpa tinjauan pustaka. Ketika Anda ingin menerbitkannya, Anda tahu kalau seseorang telah menerbitkan karya di topik yang sangat mirip dengan Anda. Tentu Anda tidak membajak apapun tapi bila Anda mempublikasikanya orang akan curiga dengan otentisitasnya.

Mereka akan bertanya lebih jauh tentang penelitian serupa yang terjadi. Bila Anda telah mempersiapkan tinjauan pustaka, Anda bisa dengan mudah menghindari hal ini. Anda bisa buktikan penelitian Anda yang tidak semata mengulang ide original orang lain atau ide yang lama.

Mempertahankan fokus penelitian

Photo credit: Google

Ketika Anda mengumpulkan berbagai sumber, Anda akan mengevaluasi, mesintesa, dan memparafrase sumber dengan kata-kata Anda sendiri. Anda menjadi bisa menempatkan relevansi penelitian Anda di konteks yang lebih luas yang penelitian lain telah lakukan di topik Anda di masa lalu.

Tinjauan pustaka akan membantu Anda membandingkan apa yang Anda lakukan pada penelitian serta bagaimana penelitian Anda berbeda dari yang lain, membantu Anda merasionalkan kenapa Anda perlu lakukan penelitian khusus ini.

Mungkin Anda menggunakan metode penelitian yang baru atau berbeda yang belum tersedia sebelumnya, membuat Anda bisa mengumpulkan data dengan lebih akurat atau melakukan eksperimen yang lebih tepat berkat banyaknya inovasi teknologi moderen.

Jenis-jenis tinjauan pustaka

Photo credit: Google

Bergantung area spesialisasi Anda, tinjauan pustaka bisa banyak bentuknya: tinjauan argumentatif, tinjauan integratif, tinjauan historis, tinjauan metodologis, tinjauan sistematis, dan tinjauan teoritis.

  • Tinjauan argumentatif ditulis untuk menyajikan pendapat yang berlawanan. Ini penting untuk membujuk orang lain untuk bergabung mendukung pendapat Anda.
  • Tinjauan integratif adalah analisa kritis pada topik tertentu untuk memperkenalkan kebutuhan penelitian baru. Misalnya, Anda bisa gunakan tinjauan integratif untuk menunjukkan pengumpulan data dan analisa yang tidak mencukupi dan bagaimana teknologi moderen akan membuat penelitian yang sama jadi lebih akurat.
  • Tinjauan historis akan menilai semua dokumen historis sedang tinjauan metodologis memeriksa metode penelitian saja, seperti pengumpulan data, analisa kritis, interpretasi, dan hasil penelitian.
Baca juga  Apa Itu Email Marketing?

Tinjauan pustaka di bidang apapun dianggap penting karena memberi pandangan komprehensif dan rekapitulasi bahasan bidang dari masa lalu hingga saat ini, memberi pembaca fokus serta arah dari tujuan penelitian yang baru.

Kesalahan dalam membuat  tinjauan pustaka

Menulis tinjauan pustaka adalah proses dengan banyak langkah yang perlu ditempuh. Untuk membantu Anda meghemat waktu ada beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari.

Menggunakan frase emosional

Photo credit: Google

Hindari menggunakan frase emosional di bagian tinjauan pustaka Anda. Ingat, Anda menulis tinjauan pustaka dengan tujuan menyajikan pemikiran pada topik penelitian. Ini berarti Anda hanya mengandalkan apa yang ada di dunia penelitian yang berkaitan dengan topik Anda. Sehingga tidak perlu ada subjektivitas dan tidak ada kata-kata emosi.

Memberi pendapat personal pada tinjauan pustaka

Untuk alasan yang sama Anda tidak perlu gunakan frase emosional di tinjauan pustaka, Anda juga tidak perlu menyertakan pendapat personal Anda. Tinjauan pustaka digunakan sebagai cara non-bias untuk menunjukkan penelitian yang sudah ada di sekitar topik Anda. Tinjauan pustaka harus objektif dan tidak boleh subjektif.

Menggunakan nama depan dan nama belakang penulis di dalam teks

Photo credit: Google

Ketika membahas penulis dan penelitian di dalam karya tulis Anda, jangan gunakan nama pertama dan terakhir. Cukup gunakan nama terakhir saja, diikuti oleh tahun publikasi penelitian.

Memasukkan URL yang panjang

Sering kali orang memasukkan URL panjang untuk memberi link terhadap penelitian yang disebutkan atau artikel yang ada di dalam karya tulisnya. Jangan lakukan ini. Sebaiknya kutip dengan nama terakhir penulis diikuti tahun tulisan. Lalu di bagian referensi, Anda bisa masukan URL-nya.

Struktur yang buruk

Photo credit: Google

Ini mungkin kesalahan yang paling umum. Pengaturan tinjauan pustaka yang buruk membuat Anda harus menulis ulang banyak bagian. Untuk mencegah struktur yang buruk pada tinjauan pustaka, gunakan sub-heading dan lalu atur tinjauan pustaka pada tiap bagian sub heading. Cara ini membantu Anda fokus pada detail dan fokus pada gambaran besar dari seluruh tinjauan. Ini membantu Anda menghindari struktur yang tidak logis dan penataan yang buruk.

Baca juga  Apa Itu Nama Domain?

Tidak relevan

Photo credit: Google

Wajar bila Anda terjebak di detail tinjauan pustaka, terutama ketika membaca penelitian lain. Akibatnya banyak orang cenderung menyebut penelitian atau hal yang tidak berhubungan dengan topik dan pertanyaan penelitian. Karenanya, pastikan tinjaun pustaka Anda menyebut penelitian sepenuhnya relevan dan pastikan nilai relevan yang Anda sebutkan juga relevan dengan sub-heading dan pertanyaan penelitian. Hanya karena sebuah penelitian penting untuk topik Anda, tidak berarti semua detail di sana relevan dengan penelitian Anda.

Tinggalkan komentar