Mengenal Suku Suku di Indonesia

Ada lebih dari 1.340 suku suku di Indonesia, termasuk Jawa, Sunda, serta Batak. Suku paling besar di Indonesia adalah Jawa, yang hampir mencapai 40 persen dari populasi total penduduk Indonesia.

Suku Jawa terkonsentrasi di pulau Jawa, tapi ada jutaan suku Jawa yang bermigrasi ke pulau lain di seluruh kepulauan Indonesia karena program transmigrasi.

Suku Sunda serta Madura jadi suku terbesar berikutnya yang ada di nusantara. Ada banyak suku yang ada di Kalimantan dan Papua, tapi hanya memiliki ratusan anggota saja.

Populasi keturunan Indonesia Cina berjumlah sedikitnya 1 persen dari populasi total Indonesia di tahun 2000 silam. Beberapa keturunan Cina-Indonesia ini berbicara dengan dialek Cina seperti Hokkien dan Hakka.

Klasifikasi suku suku di Indonesia tidak kaku dan pada beberapa kasus tidak jelas karena migrasi, pengaruh budaya dan bahasa. Misalnya sebagian orang menganggap suku Banten dan Cirebon sebagai bagian dari suku Jawa, tapi beberapa berpendapat kalau mereka adalah suku yang berbeda karena memiliki dialek tersendiri.

Ini sama dengan orang Baduy yang memiliki banyak kemiripan dengan orang Sunda. Contoh dari suku campuran adalah suku Betawi, keturunannya tidak hanya berasal dari pernikahan dengan suku berbeda di Indonesia tapi juga migran Arab, Cina, dan India karena masa penjajahan di Batavia.

Suku-suku terbesar di Indonesia

Photo credit: Google

Bhinneka Tunggal Ika sejalan dengan budaya dan suku yang ada di Indonesia, yang tinggal dan hidup berdampingan dalam kedamaian. Indonesia jadi salah satu negara dengan suku paling banyak.

Banyak orang Indonesia pertama kali memperkenalkan diri dari suku mereka ketika orang bertanya darimana asal mereka. Pertanyaan ini menekankan betapa pentingnya bagi orang Indonesia mengklaim suku mereka.

Baca juga  Gunakan Bukti Sosial Dalam Email Marketing Anda (Studi Kasus)

Jawaban pertanyaan ini bisa memberi indikasi bagaimana berinteraksi dengan mereka.

Ada 6 suku paling besar yang mencapai 2/3 dari total populasi Indonesia, yaitu:

Jawa

Orang jawa, adalah penduduk asli pulau Jawa, merupakan suku paling besar di Indonesia dengan jumlah mencapai 40 persen dari populasi total.

Populasi suku Jawa menyebar ke seluruh negeri, tapi terkonsentrasi di pulau Jawa dan Bali. Suku Jawa kebanyakan muslim, dengan sebagian kecil beragama Kristen, Budha, dan Hindu. Mereka juga identik dengan kejawen, kepercayaan tradisional yang berakar dalam sejarah Jawa. Ada kelompok sub-suku seperti Osing, Tengger, Samin, Bawean/Boyan, Naga, Nagaring, dan komunitas lainnya.

Sunda

Photo credit: Google

Suku Sunda jadi penduduk asli puau Jawa bagian barat. Suku Sunda sebagian besar muslim dan menggunakan bahasa sendiri. Pada umumnya suku Sunda mendiami provinsi Banten, Jawa Barat, dan Jakarta.

Batak

Suku terbesar ketiga di Indonesia adalah Batak dari Sumatra Utara, yang jumlahnya mencapai 3,8 persen dari jumlah total populasi Indonesia. Suku Batak terdiri dari Batak Simalungun, Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak Dairi, Tapanuli, Dairi, Toba, dan banyak lagi.

Suku di Indonesia ini biasanya berbicara dengan bahasa yang sama, serta menerapkan adat yang serupa. Sebagian besar suku Batak beragama Kristen. Tapi Batak juga menerima agama Abrahamik sebagai bagian dari identitas mereka sejak awal abad 20.

Meski sub-etnik Mandailing dan Angkola dominan muslim, mereka sangat erat kaitannya dengan suku Minangkabau dari Sumatra Barat.

Sulawesi

Photo credit: Google

Sulawesi merupakan suku terbesar keempat dengan jumlah mencapai sekitar 3,2 persen dari populasi Indonesia. Sulawesi dibagi lagi menjadi 208 suku, termasuk Atinggola, Suwawa, Mandar, Amatoa, tidak termasuk suku dari Makassar, Bugis, Minahasa dan Gorontalo.

Baca juga  Percobaan Ingenhousz Tentang Fotosintesis

Madura

Suku Madura berjumlah sekitar 3,03 persen dari populasi total Indonesia. Suku Madura dikenal sebagai penduduk asli di pulau Madura. Mereka dominan muslim. Suku Madura mendiami banyak area di Indonesia karena mereka banyak berpindah ke wilayah-wilayah lainnya.

Betawi

 

Photo credit: Google

Suku Betawi merupakan istilah untuk orang yang tinggal di Batavia, nama Belanda untuk Jakarta. Penduduk asli Jakarta terdiri dari 2,9 persen dari total penduduk Indonesia. Bahasa yang digunakan suku ini berasal dari bahasa Melayu dengan banyak kata dari bahasa Hokkien, China, Arab, Portugis, dan Belanda serta bahasa lokal lainnya.

Suku betawi dominan muslim dengan sebagian kecil beragama Kristen dan Katolik.

Baca artikel lainnya tentang sejarah singkat Nabi Muhammad SAW.

Suku asing di Indonesia

Sepanjang sejarah Indonesia, perpindahan suku asing tersebar ke seluruh Indonesia, biasanya mereka mendiami pusat kota dan jarang mencapai area pedesaan.

Cina

Photo credit: Google

Merupakan suku minoritas asing di Indonesia. Cina mulai menghuni Indonesia sejak abad 15 dan mencapai jumlah yang besar di abad 18 dan 19. Kebanyakan suku Cina terkonsentrasi di pecinan di Jawa, Sumatra dan kota-kota di Kalimantan.  Jumlah besar suku Cina ada di Jakarta, Sumatra Utara, Riau, Pulau Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat.

Arab

Menurut sejarah, pedagang Arab menyebarkan Islam di kepulauan Indonesia. Banyak yang berasimilasi dengan suku lokal seperti Betawi, Melayu, Jawa, serta Sunda. Tapi beberapa kota di Indonesia punya populasi Arab cukup besar. Suku Arab tersebar di seluruh kota di Indonesia tapi jumlah besar bisa ditemukan di Medan, Banda Aceh, Padang, Jakarta, Surabaya, Gresik, dan Kota Pesisir di Indonesia.

India

 

Photo credit: Google

Orang India juga mendiami kepulauan Indonesia. Tapi jumlah mereka tidak sebanyak Cina. Suku India terkonsentrasi di area kota dengan jumlah besar di sekitar Pasar Baru Jakarta, dan Kampung Keling di Medan.

Baca juga  Mengenal Alat Musik Tradisional Dari Berbagai Belahan Dunia

Indo

Indo atau eurasia adalah keturunan antara kelompok asli Indonesia dan keturunan Eropa atau Belanda. Sekitar 1 juta orang Indonesia dengan turunan campuran dari Eropa.

Selama masa penjajahan, jumlahnya lebih besar, tapi sejak kemerdekaan Indonesia, kebanyakan memilih pindah ke Belanda. Turunan Indonesia Eurasia menurun jumlahnya sejak emigrasi besar dari Indonesia setelah perang dunia kedua.

Mardijker

Nama ini berarti orang yang bebas dan berasal dari pelafalan Belanda dari kata Melayu “merdeka” yang berarti bebas. Nenek moyang Mardijker merupakan budak dari bangsa Portugis di India, Afrika dan Melayu Peninsula.

Mereka dibawa ke indonesia dan dibebaskan. Seiring waktu mereka menyatu dengan komunitas Indonesia. Kampung Tugu, masih ada hingga hari ini dan memiliki budaya karakteristik dari orang Mardijker.

Jepang

Photo credit: Google

Orang Jepang bermigrasi ke Indonesia sejak era penjajahan Belanda. Setelah kekalahan di perang dunia 2, jumlah mereka menurun. Yang tersisa hanya sejumlah kecil bekas tentara Jepang yang masih tinggal dan menjadi warga Indonesia.

Perkembangan suku Jepang disebabkan oleh peningkatan bisnis Jepang dan investasi di Indonesia sejak tahun 1970-an. Jumlah besar ekspatriat Jepang ada di indonesia, terutama di Jakarta dan Bali.

Korea

Photo credit: Google

Korea jadi suku asing yang memperkaya suku di Indonesia. Kebanyakan orang Korea datang karena urusan bisnis dan investasi di Indonesia. Kebanyakan ekspatriat masih mempertahakan kewarga-negaraan Korea.

 

Tinggalkan komentar