Squeeze Email Marketing Untuk Konversi Yang Lebih Baik

Squeeze email marketing

Kalau squeeze page adalah sebuah halaman khusus (landing page) untuk membuat seseorang tidak bisa melangkah lagi kemana-mana yang biasanya digunakan untuk melakukan konversi untuk mendapatkan data nama dan/atau email pengunjung website Anda/calon prospek. 

Setelah mendapatkan nama dan email pengunjung, maka Anda berhak melakukan email marketing.

Makanya hal ini disebut dengan Permission Based Marketing.

Tapi bukan hal itu yang saya ingin bahas di artikel ini. 😀

Kembali ke topik...

Jika Anda menggunakan pelacak aktivitas (event tracking) otomatis untuk menjalankan dan menghentikan email Anda, maka periode "Squeeze" inilah saat yang tepat menggunakannya.

Ada situasi yang dinamakan dengan squeeze yang mana ini sering terjadi saat pengguna terjebak di antara dua aktivitas.

Masih bingung? ini penjelasannya...

Ini kasus pada sistem platform e-commerce.

Email untuk pembeli yang sudah memasukkan barang belanjaan ke keranjang belanja tapi tidak diselesaikan hingga ke proses transaksi pembayaran atau dikenal dengan abandoned cart adalah contoh yang bagus. 

Begini prosesnya...

Seorang pelanggan menambahkan barang ke keranjang belanja (melakukan add to cart) mereka tapi tidak melakukan pembayaran alias tidak jadi beli.

Kemudian...

Setelah itu terkirimlah email abandoned cart ini secara otomatis berdasarkan pemicu aktivitas di atas yang berfungsi mengingatkan calon pembeli untuk segera menyelesaikan transaksi.

Strategi ini biasa digunakan pada bidang bisnis e-commerce seperti toko online atau marketplace. Selain itu, strategi ini juga sangat berguna bagi kategori bisnis Software as a Service (SaaS).

Mau contoh studi kasusnya?

Ambil contoh dari Strava. Jika pengguna melakukan pendaftaran namun belum eksekusi “Recorded First Run”, tim marketing akan membuat grup dari orang yang memicu pelacak pertama. 

Orang-orang tersebut masuk ke segmentasi grup khusus, sehingga mereka dapat mengirim email ke grup tersebut saja yang sangat tertarget. 
Baca juga  Ucapan Terima Kasih Dalam Strategi Email Marketing (Studi Kasus)


Pada contoh di bawah ini, Strava meminta pengguna yang belum melakukan “Recorded First Run” untuk memasuki tantangan bulanan.
Squeeze email marketing 1

Email retention dari Airbnb adalah contoh lainnya.

Bila pengguna melakukan aktivitas view listings namun tidak memesan, sistem pelacak mereka mengirimkan email berisi rekomendasi di area dan kisaran harga yang sama.

Squeeze email marketing 2

Begitu Anda menggunakan pelacak aktivitas, sebaiknya lacak aktivitas sebanyak mungkin.

Anda akan mulai menemukan pengguna yang terus-menerus terhenti diantara dua aktivitas, dan memberi Anda kesempatan untuk mengirim squeeze email yang ditargetkan untuk tetap mendapatkan peluang konversi.

Tinggalkan komentar