Mengenal Sistematika Penulisan Makalah Ilmiah

Meski bila Anda tidak merencanakan untuk menerbitkan sebuah karya ilmiah, Anda mungkin saja diminta menulis makalah ilmiah untuk tujuan tertentu. Karena sistematika penulisan makalah ditulis di format tertentu, kita perlu mempelajari bagaimana menulisnya dengan baik.

Mengikuti panduan gaya sistematika penulisan makalah dan mengetahui konten yang perlu pada tiap bagian akan membantu Anda mengembangkan kemampuan sebagai penulis makalah ilmiah.

Berikut ini beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam sistematika penulisan makalah:

Kenali pembaca Anda

Photo credit: Google

Bila Anda di bidang disiplin ilmu yang berbeda, Anda mungkin perlu menulis makalah sedikit berbeda dibanding ketika Anda  menulis di bidang lain. Pada beberapa kasus, Anda perlu mempelajari cara menjangkau semua pembaca, jadi Anda perlu menulis makalah di cara yang tiap orang akan pahami. Di kasus lain, audiens bisa jadi orang di bidang yang sama yang punya latar belakang pengetahuan di bidang itu.

  • Karena makalah ilmiah adalah karya tulis teknis, Anda perlu gunakan bahasa teknis, tapi hindari jargon dan gunakan akronim hanya ketika sangat diperlukan.
  • Jelaskan semua akronim ketika pertama kali Anda menggunakannya, lalu gunakan akronim sepanjang penulisan makalah.

Gunakan kalimat aktif

Photo credit: Google

Untuk hampir di seluruh bagian tulisan, Anda perlu menggunakan kalimat aktif.  Ini tidak berlaku untuk tiap jurnal jadi pastikan memeriksa panduan gaya penulisan sebelum Anda mulai menulis.

Baca juga  Ukuran Foto Ideal Untuk Postingan di Media Sosial

Gunakan kalimat aktif, tulis seperti, “Kami melakukan eksperimen ini,” bukan “eksperimen ini dilakukan…”

Ikuti panduan untuk publikasi

Bila Anda mengirim makalah ke jurnal untuk publikasi, mereka akan punya panduan gaya penulisan yang merinci semua format yang dibutuhkan. Ini bisa juga menginformasikan tentang jumlah kata maksimal, ukuran margin, ukuran huruf, format referensi, dan sebagainya. Mengikuti panduan penulisan sangat penting ketika mengirim makalah untuk publikasi.

Atur makalah di urutan yang tepat

Photo credit: Google

Tiap karya tulis disusun dengan cara yang sama, diawali dengan abstrak yang berisi ringkasan singkat makalah dan lalu mengarah ke perkenalan.

Material dan metode selanjutnya, diikuti oleh hasil. Makalah ditutup dengan bagian diskusi dan daftar referensi.

Beberapa jurnal memindahkan material dan metode di akhir makalah dan atau menggabungkan hasil dengan bagian diskusi. Periksa panduan gaya penulisan untuk jurnal spesifik yang Anda buat.

Menulis bagian material dan metode

Photo credit: Google

Ketika Anda duduk untuk menulis makalah ilmiah, di bagian pertama Anda perlu menulis bagian material dan metode. Ini paling mudah dilakukan dan tidak butuh banyak waktu untuk menyelesaikannya. Metode harus dijelaskan dengan jelas dan siapapun dengan pelatihan yang tepat bisa meniru eksperimen Anda dengan membaca bagian ini.

Material yang digunakan untuk tiap metode harus disertakan. Anda perlu sertakan deskripsi semua metode statistik yang digunakan dalam penulisan makalah. Anda juga perlu sertakan penjelasan dari semua persetujuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penelitian.

Menjelaskan hasil

Bagian hasil harus memberi penjelasan yang jelas. Ini jadi bagian dimana Anda menjelaskan hasil yang diperoleh selama penelitian. Hasil harus dilaporkan secara alami dan merujuk pada referensi berupa tabel dan grafik yang disertakan di makalah. Anda bisa merangkum temuan, tapi jangan membahas data.

Baca juga  Pengertian Integrasi Sistem dan Kenapa Integrasi Sistem Dianggap Penting

Anda tidak perlu menyertakan tiap eksperimen yang Anda lakukan atau hasil yang Anda amati, cukup informasi yang dibutuhkan untuk meyakinkan audiens tentang temuan Anda. Ini bukan bagian untuk berspekulasi atau menarik kesimpulan. Itu nanti di bagian diskusi.

Interpretasi data di bagian diskusi

Photo credit: Google

Di bagian ini Anda menerjemahkan hasil dan mendiskusikannya di konteks yang sudah diketahui tentang topik Anda. Tarik kesimpulan tentang data dan bicara tentang eksperimen di masa depan yang akan Anda lakukan untuk penelitian lebih lanjut. Tujuannya adalah meyakinkan pembaca kalau data ini penting dan mereka perlu mempertimbangkannya. Hindari mengulangi apa yang sudah Anda katakan di bagian hasil.

Hindari membuat klaim yang tidak didukung oleh data. Jangan abaikan karya apapun yang berlawanan dengan temuan Anda, diskusikan dan yakinkan pembaca kenapa data Anda benar. Beberapa jurnal menggabungkan hasil dan diskusi menjadi satu bagian.

Ulasan literatur pada pendahuluan

Photo credit: Google

Pendahuluan adalah dimana Anda meyakinkan pembaca kalau penelitian yang Anda lakukan penting dan beritahu kenapa penting. Bagian ini harus sepenuhnya mengulas literatur yang ada, membahas masalah, signifikansinya, solusi yang ada, dan kekurangan yang coba Anda atasi.

Tuliskan hipotesa dan tujuan di akhir pendahuluan. Hindari pendahuluan yang panjang, Anda perlu menulis dengan komprehensif tapi singkat.

Merangkum pada bagian abstrak

Photo credit: Google

Buat abstrak setelah bagian lain selesai. Panjang bagian ini biasanya bergantung pada jurnal, tapi umumnya sekitar 250 kata. Abstrak merupakan ringkasan singkat untuk memberitahu pembaca apa yang Anda lakukan dan temuan penting apa yang ada. Kalimat akhir harus menawarkan kesimpulan tentang temuan Anda. Buat abstrak seperti iklan untuk mendorong orang untuk terus membaca.

Menulis judul yang deskriptif

Aspek akhir dari makalah ilmiah adalah melengkapinya dengan menuliskan judul. Anda perlu judul yang spesifik dan merujuk pada data yang dihadirkan. Anda perlu pilih judul yang menarik perhatian, tapi singkat dan gunakan beberapa kata saja.

Baca juga  Teks Cerita Sejarah, Apa Saja Ciri-ciri dan Contohnya?

Hidari jargon teknis dan singkatan atau akronim. Masukkan kata kunci yang Anda ingin gunakan agar pembaca yang mencari artikel di topik tertentu akan diarahkan ke makalah ilmiah Anda.

Menulis kutipan dengan baik

Photo credit: Google

Gunakan inline citation. Tiap sumber harus disebutkan secara langsung. Bila Anda membuat pernyataan berdasarkan informasi yang berasal dari buku atau artikel jurnal, maka perlu dikutip langsung setelah pernyataan.

Bila ada banyak referensi yang mendukung satu fakta, kutip semuanya. Tapi ingat, semakin banyak kutipan tidak membuat makalah ilmiah jadi lebih baik.

Cek panduan format penulisan

Photo credit: Google

Bila karya tulis yang Anda buat untuk tujuan publikasi, Anda perlu punya panduan yang detail tentang formatnya, baik tentang kutipan dan daftar referensi di akhir.

Beberapa jurnal menggunakan inline citation menurut urutan alfabet di bagian akhir. Jurnal lain menggunakan angka di dalam tulisan dan menyertakan daftar angka referensi di bagian akhir.

Mengecek referensi

Photo credit: Google

Pastikan sumber yang Anda gunakan akurat dan menunjukkan informasi yang Anda sampaikan. Bila sumber tidak mendukung pernyataan Anda, cari sumber lain. Sebaiknya hindari kutipan langsung. Bila Anda harus mengutip langsung, letakkan informasi dalam tanda kutip.

Tinggalkan komentar