Sejarah Singkat Nabi Muhammad Sejak Kecil Hingga Dewasa

Sejarah singkat Nabi Muhammad bisa ditemukan di banyak sumber. Terlebih di era digital sekarang ini, Anda tak akan kesulitan membaca sejarah singkat Nabi Muhammad SAW.

Muhammad adalah putra dari Abdullah, putra dari Abdul Muthalib, putra Hashim. Dari keturunannya sampai ke Nabi Ismail, putra Nabi Ibrahim.

Nabi Muhammad lahir di kota Mekkah pada hari Jum’at tanggal 12 bulan Rabiul Awal di tahun 570 Masehi dari keluarga terhormat. Ayahnya dan nenek moyangnya merupakan tokoh dari suku Quraisy, dan klan Bani Hasyim.

Misi kenabian Muhammad dimulai di tahun 610 Masehi, ketika ia menerima wahyu pertama. Lalu Qur’an diturunkan secara bertahap selama kurang-lebih 23 tahun.

Masa kecil Nabi Muhammad

 

Photo credit: Google

Abdullah, ayah dari Nabi Muhammad wafat ketika ia masih di dalam kandungan. Ayahnya meninggalkan 5 ekor unta dan budak perempuan bernama Umm Ayman, yang kemudian menjadi ibu asuh Muhammad.

Setelah kematian sang ayah, kakek Muhammad yang bernama Abdul Muthalib, menjadi pengasuhnya. Abdul Muthalib merupakan salah satu tokoh dari suku Quraisy, dan beriman kepada Allah (mengikuti tata cara Nabi Ibrahim). Begitu pula Abu Thalib, saudara kandung dari Abdullah.

Abdul Muthalib mencintai orang-orang miskin. Ia memberi makan orang-orang yang kelaparan dan menghindari perbuatan buruk.

Ibunda Nabi Muhammad

Photo credit: Google

Ibu Nabi Muhammad bernama Aminah, putri dai Wahab putra Abd Manaf, putra Kilab. Ibunya mengatakan, “Ketika Muhammad lahir, saya meletakkannya di tanah. Ia berlutut dengan kedua tangan di tanah, mengangkat kepala ke langit dan melihat cakrawala sambil menyebut kalimat tauhid. Suara terdengar mengatakan, “Manusia terbaik telah lahir, berilah ia nama Muhammad.”

Baca juga  Doa Nabi Sulaiman dan Kisahnya

Lalu Aminah mendatangi Abdul Muthalib dan mengatakan, “Anak laki-laki dari keluargamu telah lahir.”  Lalu Aminah membawa Muhammad bayi ke padanya. Abdul Muthalib melihatnya dan memasuki Ka’bah untuk berdoa kepada Allah. Ia lalu mengembalikan bayi Muhammad ke ibunya dan memberinya nama Muhammad.

Ibunda meninggal dunia

Photo credit: Google

Muhammad belum berusia 7 tahun ketika ibunya meninggal. Setelah kematian ibunya, kakeknya Abdul Muthalib menjadi pengasuhnya. Abdul Muthalib memperlakukan cucunya dengan penuh perhatian.

Kelompok dari klan Medlaj datang ke Mekkah dan ketika melihat Muhammad mereka berkata ke kakeknya, “Rawatlah ia dengan baik karena kita belum pernah melihat manusia yang seperti ini.”

Abdul Muthalib memberitahukan hal ini ke Abu Thalib dan memintanya untuk memperhatikan dan merawatnya. Muhammad berusia  8 tahun ketika kakeknya meninggal dunia, dan ia kemudian diasuh oleh Abu Thalib.

Abu Thalib, kepala klan Bayi Hasyim lalu menjadi pengasuh Muhammad sejak usianya 8 tahun. Abu Thalib melindungi dan menjaga Muhamad, membelanya dan menghormatinya hingga napas terakhirnya.

Baca artikel lainnya tentang pengertian demokrasi dan penerapannya di Indonesia.

Masa dewasa Nabi Muhammad

Sejarah singkat Nabi Muhammad, ia tumbuh menjadi pria muda yang baik. Ia dikenal karena perilaku yang baik, dan karena jujur dalam perbuatan. Ia bahkan mendapat gelar Al Amin (yang bisa dipercaya).

Sebagai pemuda, Muhammad terbiasa menemani pamannya pada perjalanan berdagang ke Syiria. Ketika Muhammad mencapai usia 12 tahun ia melakukan perjalanan bersama pamannya Abu Thalib ke Basra.

Seorang pendeta Kristen melihatnya dan mengenalinya dari ciri-cirinya. Ia memegang tangan Muhammad dan berkata, “Ini adalah pemimpin dunia, Tuhan telah mengirimnya sebagai rahmat untuk dunia.” Abu Thalib bertanya, “Bagaimana kamu tahu hal ini?” Si pendeta menjelaskan kalau semua telah dijelaskan di dalam kitab sucinya.

Baca juga  Gambar Hello Kitty dan Fakta Menarik Tentang Karakter Kartun Ini

Ia meminta Abu Thalib membawa Muhammad pulang karena khawatir dengan keamanannya.

Muhammad dewasa

Photo credit: Google

Ketika dewasa, Muhammad bekerja sebagai pedagang diantara kota Mekkah dan Damaskus serta memperoleh reputasi baik. Mendengar reputasi Muhammad, Siti Khadijah, salah satu wanita terhormat Quraisy, memintanya untuk bertanggung jawab atas bisnis perdagangannya di antara dua kota tersebut.

Khadijah mengirim salah satu budak bernama Maysaroh. Ia bersama Muhammad,  mengawasinya dan melaporkannya ke Siti Khadijah. Melihat keberhasilan Muhammad di bisnis ini, serta keuntungan yang diperoleh, juga karena kejujurannya, Siti Khadijah memberi Muhammad tanggung jawab bisnisnya.

Meski ada banyak lamaran datang untuk menikahi Khadijah dari berbagai tokoh Quraisy, ia selalu menolaknya. Siti Khadijah justru secara tidak langsung dan diam-diam melamar Nabi Muhammad.

Fatimah, putri Muhammad

Putri Nabi Muhammad yang bernama Fatimah, menikahi Ali putra Abu Thalib dan melahirkan Hasan dan Husein.

Ali lahir dari Abu Thalib dan istrinya Fatimah binti Asad. Kelahiran Ali terkait dengan fenomena menarik. Ketika Fatimah binti Asad di proses persalinan, ia datang ke Kabah untuk berdoa memohon kelancaran di persalinannya. Ada cerita mengatakan saat berdoa di bagian selatan Kabah, dindingnya terbuka dan ia masuk ke dalamnya.

Muhammad memulai misi kenabian

Photo credit: Google

Nabi Muhammad menggunakan sebagian besar waktunya untuk beribadah kepada Allah. Wahyu pertama turun ketika Muhammad berada di dalam Gua Hira, di Jabal Nur dekat kota Mekkah. Peristiwa ini terjadi di tahun 610 Masehi. Kala itu Muhammad berusia 40 tahun.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘Alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.”

Nabi Muhammad menyampaikan wahyu ini ke Khadijah dan Ali. Keduanya segera mengimani wahyu ini tanpa membantahnya. Khadijah kemudian menjadi wanita pertama yang mengakui Muhammad sebagai rasul Allah dan wanita pertama yang masuk Islam.

Baca juga  Menggunakan Judul Email Yang Sama Dalam Email Marketing (Studi Kasus)

Ia mendukung sepenuh hati dan menggunakan semua kekayaan yang ia miliki di jalan Allah.

Khadijah merupakan wanita pertama yang dinikahi Nabi Muhamamad dan Muhammad tidak menikahi siapapun semasa Khadijah hidup.

Nabi Muhammad berda’wah

Nabi Muhammad mulai menyebarkan da’wahnya, dengan cara sembunyi-sembunyi. Masih sangat sedikit pengikutnya. Ketika nabi melakukan sholat berjamaah, ia diikuti oleh Khadijah dan Ali. Kondisi ini berlangsung selama 3 tahun.

Kemudian turun perintah dari Allah, Nabi Muhammad mulai berda’wah dengan lebih terbuka. Ia mulai dari keluarganya.

Nabi berhijrah

Photo credit: Google

Bangsa Quraisy memutuskan Muhammad harus disingkirkan agar tidak lagi menyebarkan agamanya. Tapi siapapun yang melakukan ini harus berurusan dengan klan Bani Hasyim. Sebanyak 40 klan bersatu untuk menjalankan tugas ini.

Tiap orang dari tiap klan dipilih. Mereka diminta untuk menyerang rumah Nabi Muhammad dan tiap orang berusaha mengarahkan pedang kepadanya.

Dengan begitu, bila Bani Hasyim ingin membalas perbuatan ini, mereka harus berurusan dengan 40 klan ini.

Akhirnya Allah memerintahkan nabi untuk hijrah ke kota Yatsrib, yang kemudian dikenal dengan nama Madinah atau Kota Nabi. Di tahun 622, setelah selama 13 tahun menyebarkan Islam, nabi meninggalkan Mekkah menuju Madinah.

Tinggalkan komentar