Sejarah Atletik di Dunia dan di Indonesia

Sejarah atletik – Atletik sering digunakan sebagai sinonim untuk aktivitas olahraga, tapi pada kebanyakan kasus, atletik utamanya merupakan cabang olahraga yang melibatkan berlari, melompat, atau melempar.

Cabang olahraga atletik sangat berkaitan dengan olimpiade, tapi kompetisi di olahraga atletik juga diadakan di tingkat sekolah, kampus, dan profesional sepanjang tahun di seluruh dunia.

Apa yang dimaksud atletik?

sejarah atletik
Photo credit: Google

Atletik merupakan kumpulan cabang olahraga yang melibatkan lari, lompat, lempar, dan berjalan.

Atletik dianggap sebagai ibu dari semua olahraga dan bukan hanya sekedar olahraga. Seorang atlet adalah orang dengan kemampuan sepak bola, tenis, dan kontrol tubuh dan indera. Atletik tidak hanya membantu fisik tapi membantu koordinasi tubuh dan member kekuatan mental.

Sejarah atletik di Yunani kuno

sejarah atletik
Photo credit: Google

Olimpiade pertama di Yunani kuno terjadi pada abad 8 atau 9 sebelum Masehi.

Olahraga seperti tinju dan berkuda disertakan. Kebanyakan olahraga yang dipertandingkan diklasifikasikan di bawah atletik. Mencakup berlari, lompat, cakram, dan  lembing. Keempatnya, ditambah gulat, menjadi pentathlon.

Lari mencakup stades, yang berarti sprint dari satu ujung stadium ke ujung lainnya, jaraknya sekitar 190 meter, lari dua putaran, lari jarak jauh, dan lari 2 hingga 4 putaran dimana peserta mengenakan baju besi.

Sejarah atletik dan olimpiade moderen

sejarah atletik
Photo credit: Google

 

Lari dan cabang atletik lainnya telah jadi bagian dari banyak budaya. Tapi di abad 19, aktivitas ini jadi semakin populer, khususnya di Eropa dan Amerika Serikat. Kurikulum sekolah menyertakan atletik.

Baca juga  Sejarah Bola Basket dan Fakta Uniknya Yang Menarik

Dan di tahun 1896, olimpiade moderen pertama diadakan di Athena Yunani. Cabang yang diperlombakan mencakup rintangan 100 meter, 400 meter, 800 meter, 1500 meter dan 110 meter, cakram, lembing, serta lompat jauh. Ada 14 negara yang ikut serta di event ini.

Perkembangan atletik

sejarah atletik
Photo credit: Google

Setelah olimpiade tahun 1895, popularitas atletik, atau bangkitnya kompetisi atletik, terjadi di seluruh dunia. Federasi atletik nasional yang terdiri dari 17 negara membentuk badan olahraga internasional. Dan di tahun 1912, lahir federasi atletik amatir internasional.

Selama bertahun-tahun, puncak kompetisi atletik adalah olimpiade musim panas. Tapi di tahun 1970-an, semakin banyak kejuaraan dunia di berbagai cabang, yang juga membantu meningkatkan minat banyak orang terhadap atletik.

Perkembangan moderen atletik

Perkembangan olahraga moderen, telah muncul sejak awal abad 19. Di Inggris diadakan lomba lari amatir di tahun 1825.

Di tahun 1861 diadakan pertandingan amatir oleh The West London Rowing Club. Dan di tahun 1866 didirikan klub atletik amatir, kejuaraan pertama kali diadakan. Di tahun 1880 klub atletik amatir mendapat kesempatan menjadi asosiasi atletik amatir.

Atletik telah dikenal di banyak negara di akhir 1800-an, tapi sejak kebangkitan Olympic Games di tahun 1896, olahraga ini dikenal hingga tingkat internasional. Olimpiade memberi inspirasi dan pengaruh yang menyebarkan minat terhadap atletik di seluruh dunia.

Di tahun 1912, federasi atletik amatir internasional didirikan dan di hari jadi ke-75 di tahun 1987, telah memiliki anggota lebih dari 170 negara. Aturan awalnya hanya untuk pertandingan pria hingga tahun 1936. Kemudian IAAF juga jadi badan pemerintah untuk atletik wanita.

Baca artikel lainnya tentang fakta menarik anatomi tubuh manusia.

Jenis olahraga di cabang atletik

Ada  3 jenis olahraga pada  atletik:

Baca juga  Sejarah Bola Basket dan Fakta Uniknya Yang Menarik

Track event

sejarah atletik
Photo credit: Google

Variasi cabang lari yang diadakan di lintasan dimana terdiri dari 3 kategori, lari cepat, jarak menengah, dan jarak jauh. Lari estafet menampilkan team terdiri dari 4 pelari pada masing-masing team.

Tiap peserta harus menyerahkan tongkat ke teman team setelah jarak tertentu dengan tujuan menjadi team pertama yang mencapai finish.

Cabang lari rintang merupakan variasi berlari dimana atlet harus melewati rintangan pada lintasan selama lomba.

Field events

Fields event terdiri dari 2 jenis, lomba lompat dan lempar. Pada lomba melempar, nilai atlet diukur dengan seberapa jauh lemparan cakram, lembing, dan martil. Ada 4 cabang lompat yang umum, yakni lompat jauh, triple jump, lompat tinggi dan loncat galah.

Pada triple jump diukur jarak horizontal yang atlet bisa lompati, sedang lompat tinggi dan loncat galah ditentukan oleh tinggi yang dicapai.

Cabang kombinasi

Cabang kombinasi mencakup decathlon (biasanya dilakukan oleh pria) dan heptathlon (biasanya dilakukan oleh wanita), merupakan kompetisi dimana atlet menyelesaikan sejumlah lintasan berbeda dengan tiap penampilan akan menentukan nilai akhir.

Sejarah atletik di Indonesia

Sejarah atletik di Indonesia dibagi menjadi dua kategori:

Sejarah atletik di masa penjajahan

 

sejarah atletik
Photo credit: Google

Kegiatan atletik pada zaman ini hanya dilakukan oleh anak sekolah. Tidak banyak orang di perkampungan atau pedesaan yang mengenalnya. Di masa itu, aktivitas keolahragaan di Indonesia dikenal melalui orang-orang Belanda.

Anak-anak sekolah dan kalangan militer punya kesempatan untuk melakukan latihan atletik. Pada tanggal 21 Juli 1917 dibentuk persatuan atletik Indonesia yang disebut Nederlands Indische Athletic Unie yang jadi organisasi atletik pertama di Indonesia. Setiap tahun diadakan perlombaan di bawah naungan lembaga ini.

Aktivitas keolahragaan di Indonesia mulai berkembang saat Jepang masuk ke Indonesia, yakni antara tahun 1942 sampai 1945. Dari sejarah atletik di zaman ini, diketahui kalau semua pegawai, pelajar, mahasiswa harus mengikuti senam setiap pagi yag dipandu dari radio Taiso.

Baca juga  Sejarah Bola Basket dan Fakta Uniknya Yang Menarik

Kegiatan atletik mendapat perhatian besar dari pemerintah Jepang, terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Setiap akhir tahun selalu diadakan pertandingan atletik.

Aktivitas keolahragaan di masa penjajahan Jepang mencakup atletik yang berada di bawah naungan Ikatan Sport Indonesia (ISI). ISI merupakan organisasi keolahragaan yang bersifat nasional.

Di tahun 1842, pada bulan Oktober, ISI mengadakan pekan Olahraga di lapangan IKADA. Pesertanya mencakup para atlet di seluruh pulau Jawa. Selain itu juga didirikan sekolah khusus untuk mendidik calon guru olahraga yang diberi nama Tairenka.

Sejarah atletik setelah kemerdekaan Indonesia

sejarah atletik
Photo credit: Google

Sejarah atletik mencatat, setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, perkembangan olahraga di tanah air semakin berkembang. Di bulan Januari 1946 diadakan kongres untuk mengaktifkan kembali olahraga yang diadakan di Solo.

Dari kongres ini lahir Persatuan Olahraga Republik Indonesia atau dikenal dengan nama PORI. PORI kemudian mengadakan Pekan Olahraga Nasional di tahun 1948 di kota Solo.

Kemudian pada 3 September 1950, tokoh atletik Indonesia berkumpul di Semarang untuk membahas pembentukan organisasi atletik di seluruh Indonesia. Dari sini lahir organisasi atletik dengan nama Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, disingkat PASI.

PASI menyelenggarakan kejuaraan atletik di kota Bandung pada tahun 1950 dan diikuti atlet daerah di seluruh Indonesia. PASI meningkatkan atletik di Indonesia sehingga Indonesia diterima menjadi anggota International Amateur Athletic Federation. Dan Indonesia bisa mengikuti Asian Games yang pertama diselenggarakan di New Delhi (India) pada bulan maret 1951.

Tinggalkan komentar