Sayyidul Istighfar, Doa Terbaik Untuk Memohon Ampunan Allah

Tahukah Anda doa terbaik untuk memohon ampunan Allah? Jawabannya adalah sayyidul istighfar.

Berikut ini doa sayyidul istighfar:

‘Allaahmma anta rabbee laa elaaha illaa ant. Anta khalaqtanee wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastata’t. A’oothu bika min sharri ma sana’t. Aboo’u laka bi ni’matika alayya wa aboo’u laka bi thambee. Faghfir lee. Fa innahoo laa yaghfiruth-thunooba illaa ant.’

Artinya:

”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau”

Photo credit: Google

Nabi pernah bersabda, “Siapa saja yang mengucapkan sayyidul istighfar di siang hari, dan meyakininya dan meninggal sebelum malam hari, atau memanjatkan doa ini di malam hari, dan sangat meyakininya lalu ia meninggal sebelum pagi hari, maka ia akan termasuk orang yang masuk syurga.”

Kapan waktu terbaik untuk membaca sayyidul istighfar?

Photo credit: Google

Waktu yang paling dianjurkan untuk membaca sayyidul istighfar adalah saat berdzikir di pagi dan petang. Meski begitu, tetap dianjurkan membaca sayyidul istighfar di waktu-waktu lain.

Kenapa kita dianjurkan untuk membaca istighfar?

Photo credit: Google

Tidak ada manusia yang luput dari dosa dan yang terbaik adalah memohon ampunan dari Allah serta bertaubat. Allah memerintahkan manusia untuk selalu meminta ampunan serta bertaubat. Allah berjanji mengampuni siapa saja yang memohon ampunan serta bertaubat.

Baca juga  Memanfaatkan Kekuatan Merek Mitra Anda (Studi Kasus)

Allah berfirman yang artinya:

“Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS: Thâha/20:82)

Allah juga berfirman yang artinya:

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allâh. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS Az-Zumar/39:53)

Apa saja manfaat istighfar?

Ada banyak manfaat istighfar, berikut ini beberapa diantaranya:

Membuka pintu rezeki

Photo credit: Google

Dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa selalu meminta ampunan dari Allah, Allah akan memberinya jalan keluar dari segala kesusahan dan kecemasan serta akan membukakan pintu rezeki untuknya di jalan yang tidak ia duga. (HR Abu Daud).

Ingat, kecemasan dan kekhawatiran kadang disebabkan oleh dosa yang kita perbuat.

Istighfar adalah rahasia untuk memperoleh kemakmuran dan obat untuk orang yang ingin jadi lebih sehat, kaya, dan menginginkan keturunan.

Istighfar untuk segala masalah

Photo credit: Google

Seseorang datang berkunjung ke Hasan Basri dan berkata, “Saya miskin dan kelaparan dan tidak punya apa-apa untuk bertahan hidup. Basri menasihatinya, beristighfarlah sebanyak mungkin. Allah akan meringankan masalahmu.”

Orang lain datang padanya dan berkata, “Saya telah menikah lama tapi belum dikaruniai anak.” Orang tersebut juga disarankan untuk memperbanyak istighfar.

Kemudian ada orang lain datang dan mengeluh, “Saya takut mengalami kerugian dalam berniaga, saya sangat cemas.” Ia juga dinasihati untuk memperbanyak istighfar.

Seseorang kemudian bertanya, “Kenapa engkau menyarankan satu hal untuk semua masalah?” Hasan Basri menjawab, “Semua kesusahan dan rasa kecewa disebabkan oleh dosa, dan itulah sebabnya aku menyarankan istighfar. Bertaubat dan meminta ampun memberi rasa tenang dan keselamatan dari semua jenis penyakit.

Baca juga  Mengenal Tahapan Dalam Daur Nitrogen

Apa yang disarankan oleh beliau seperti yang tercantum dalam Al Quran surat Nuh:

Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Meningkatkan produktivitas dan pengetahuan

Photo credit: Google

Orang mungkin bertanya apa hubungannya antara dosa dan tingkat produktivitas?

Sebagai muslim, kita yakin kalau keberhasilan dan keberkahan dalam hidup berasal dari Allah.  Usaha yang kita perbuat jadi kunci penting untuk mencapai produktivitas dan kesuksesan.

Apapun yang menjauhkan kita dari jalan Allah atau membuat Allah murka bisa berpotensi memicu penurunan produktivitas dan kesuksesan. Ibhu al-Qayyim berkata, “Pengetahuan adalah cahaya yang mencapai hati, dan dosa menghalangi cahaya itu.”

Sebagai muslim yang produktif, kunci untuk menjalani kehidupan yang sukses dan menyiapkan kesuksesan di kehidupan selanjutnya adalah dengan pengetahuan dan bila Anda menghalangi cahaya pengetahuan ini dengan dosa, Anda akan tersandung dalam kegelapan, tidak tahu pasti jalan mana yang diambil. Bila Anda mau tetap produktif dan kreatif, jauhilah perbuatan dosa.

Nabi bersabda, “Sesungguhnya seorang manusia kerap terhalang dari rezeki disebabkan dosa.”

Menjauhi dosa jadi cara untuk memastikan terbukanya rezeki untuk Anda dari Allah.

Di saat Anda tidak fokus, tidak bisa bekerja produktif, tanyakan ke diri apa yang jadi penghalangnya? Dan Anda mungkin bisa mengingat dosa yang telah Anda perbuat. Bangkitlah dan sholat 2 rakaat atau berderma Anda akan rasakan penghalang itu telah hilang.

Salah satu ajaran dalam Islam adalah disiplin. Sholat 5 kali sehari butuh disiplin, berpuasa sebulan penuh butuh disiplin, menjaga lidah dan melindungi kesucian diri butuh disiplin.

Baca juga  Mengirim Email Di Waktu Yang Tepat Dalam Email Marketing

Bila Anda tidak bisa mengontrol diri untuk melakukan hal ini dan menjauhi perbuatan dosa, maka Anda tidak bisa punya disiplin di bidang kehidupan manapun, dan menjadi produktif sangat erat kaitannya dengan menjadi disiplin.

Tiket masuk surga

Photo credit: Google

Allah telah berjanji dan menjamin tempat di surga untuk hamba-Nya yang selalu memanjatkan istighfar. Ini menunjukkan istighfar jadi hal paling penting karena tiap muslim ingin masuk surga setelah meninggal dunia.

Kita perlu terus beristighfar untuk membersihkan hati. Manusia terlahir dalam keadaan suci, tapi manusia terlahir lemah. Kita lemah dan mudah tergoda untuk berbuat dosa yang jadi bagian dari ujian hidup. Dan bila kita melakukan dosa, maka ini membuat kita jauh dari Allah.

Meski begitu, tetap ada harapan untuk mereka yang memohon ampunan dari Allah, dan yang terbaik untuk dilakukan adalah dengan beristighfar. Orang yang beristighfar dan mengakui kesalahannya kepada Allah akan menjadi lebih dekat pada-Nya.

Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk mendapat ampunan dari dosa yang kita lakukan dan juga memberi kekuatan untuk melakukan perbuatan baik. Aamiin…

Tinggalkan komentar