Perang Paregreg Dalam Sejarah Kerajaan Majapahit

Perang Paregreg merupakan perang yang terjadi di bawah pimpinan Wikramawardhana dari kerajaan Majapahit melawan pasukan yang dipimpin oleh Bhre Wirabhumi. Perang Paregreg berlangsung pada tahun 1404 sampai 1406. Perang Paregreg disebut-sebut sebagai penyebab utama kemunduran kerajaan Majapahit.

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang berpusat di timur Jawa. Kerajaan ini berdiri pada abad 13 hingga abad 16. Pendiri kerajaan Majapahit bernama Wijaya, pangeran dari Singasari.

Pada tahun 1292 pasukan Mongol datang ke Jawa dan membalaskan dendam atas penghinaan yang ditujukan ke kekaisaran China, Kublai Khan, oleh Kertanagara, Raja Singasari, yang digantikan oleh Jayakatwang. Wijaya bersama pasukan Mongol mengalahkan Jayakatwang. Wijaya kemudian menyerang tentara Mongol dan mengusir mereka dari Jawa.

Photo credit: Google

Majapahit berhasil menaklukkan Bali, Madura, serta Tanjungpura. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di pertengahan abad 14, di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan perdana menteri Gajah Mada.

Sebagian beranggapan wilayah Majapahit mencakup Indonesia saat ini dan sebagian Malaysia, tapi sebagian lagi berpendapat kalau kekuasan Majapahit mencakup Jawa bagian timur dan Bali.

Pada masanya, Majapahit menjalin hubungan dengan China, Kamboja, dan Thailand. Masa keemasan Majapahit berlangsung pendek, kerajaan ini mulai mengalami kemunduran setelah kematian Gajah Mada pada tahun 1364, lalu disusul oleh kematian sang raja Hayam Wuruk di tahun 1389. Penyebaran Islam serta kemunculan kerajaan Islam di Jawa perlahan mengakhiri era keemasan Majapahit di akhir abad 15 dan awal abad 16.

Apa yang  menjadi penyebab Perang Paregreg?

Photo credit: Google

Ada beberapa hal yang dianggap menjadi penyebab pecahnya Perang Paregreg, antara lain:

  • Munculnya perselisihan antara Majapahit Timur dan Majapahit Barat yang  disebabkan oleh pembagian kekuasaan oleh Raja Wijaya.
  • Terjadi perebutan gelar Bhre Lasem untuk istri atau ratu raja Majapahit Barat dan Timur.

Bagaimana awal mula terjadinya Perang Paregreg?

Photo credit: Google

Perang Paregreg terjadi antara tahun 1404 sampai 1406. Paregreg memiliki arti bertahap. Perang Paregreg artinya perang yang terjadi setahap demi setahap. Dan tidak bisa dipastikan pihak mana yang jadi pemenangnya.

Bagaimana Perang Paregreg berakhir?

Photo credit: Google

Perang Paregreg berakhir setelah Bhre Wirabhumi dibunuh oleh Raden Gajah bergelar Bhre Narapati yang menjabat sebagai ratu Angabhaya istana barat. Ia memenggal kepala Bhre Wirabhumi lalu Wirabhumi dicandikan di Girisa Pura.

Perang Paregreg yang pecah di tahun 1404 hingga 1406 mengakibatkan lemahnya pemerintahan dan banyak wilayah yang melepaskan diri dari Majapahit.  Karena terus terjadi disintegrasi membuat kerajaan Majapahit runtuh.

Pertempuran dan pemberontakan yang terjadi di kerajaan Majapahit

Selain Perang Paregreg, kerajaan Majapahit juga mengalami sejumlah pemberontakan, antara lain:

Pemberontakan Lembu Sora (1301)

Photo credit: Google

Pemberontakan Lembu Sora merupakan pemberontakan yang terjadi di tahun 1301, di saat kerajaan Majapahit dipimpin oleh Sri Kertarajasa. Pemberontakan ini terjadi karena peristiwa Lembu Sora yang menusuk Mahisa Anabrang.

Di balik peristiwa pemberontakan ini ada Mahapati yang berambisi menjadi patih Majapahit. Ia menyebarkan berita kematian Mahisa Anabrang yang ditusuk oleh Lembu Sora.

Ia berhasil memutar balikan keadaan. Sang raja percaya pada berita yang Mahapati sampaikan bahwa Lembu Sora dan pengikutnya siap mengadakan pemberontakan.  Tentara kerajaan disiapkan untuk menghadang Lembu Sora dan pasukannya. Akhirnya Lembu Sora dan para pengikutnya gugur dalam pertempuran ini.

Baca juga  Cara Membuat Software Untuk Aplikasi

Pemberontakan Nambi (1316)

Photo credit: Google

Pemberontakan Nambi terjadi saat Majapahit dipimpin oleh Raja Jayanagara. Mahapati yang  berambisi menjadi patih kerajaan, berusaha mendekati Nambi dan memberitahukan kalau sang raja tidak menyukainya.  Nambi kemudian pergi ke Lumajang dengan alasan menjenguk ayahnya yang sakit di sana.

Setelah mendapat izin raja, Nambi berangkat ke Lumajang. Ternyata ketika tiba di Lumajang, sang ayah telah tiada. Berita kematian ini sampai ke kerajaan Majapahit. Sang raja mengutus beberapa orang ke Lumajang sebagai ungkapan bela sungkawa. Utusan dipimpin oleh Mahapati.

Tapi ketika kembali ke Majapahit, Mahapati melaporkan ke raja dan mengatakan kalau Nambi sedang mempersiapkan perlawanan terhadapa raja.

Raja mempercayai apa yang disampaikan Mahapati. Ia mengirim pasukan ke Lumajang dan berhasil menyerbu Lumajang. Setelah peristiwa ini Mahapati diangkat menjadi patih menggantikan Nambi.

Pemberontakan Kuti (1319)

Photo credit: Google

Pemberontakan Kuti terjadi tiga tahun setelah pemberontakan Lumajang.

Kuti merupakan seorang pembesar kerajaan. Pemberontakan ini terjadi karena para pembesar kerajaan tidak senang dengan Sri Jayanagara. Muncul rencana untuk menyingkirkan Sri Jayanagara.

Gajah Mada berhasil memadamkan pemberontakan ini. Pada saat itu Gajah Mada sebagai pengawal raja. Ia telah berhasil memadamkan beberapa pemberontakan di kerajaan Majapahit.

Peristiwa  Tanca (1328)

Photo credit: Google

Sembilan tahun setelah pemberontakan Kuti, terjadi pemberontakan Tanca. Pemberontakan Tanca terjadi pada tahun 1328. Pemberontakan berawal dari rasa tidak suka Gajah Mada terhadap para dharmaputra dan perilaku sang raja.

Tanca dipanggil ke istana untuk mengobati raja. Tapi Tanca menikam raja. Ia lalu kehilangan nyawanya di tangan Gajah Mada.

Pemberontakan Sadeng – Keta (1331)

Photo credit: Google

Di saat kerajaan Majapahit dipimpin oleh Tribhuwanatunggadewi, di tahun 1331, terjadi pemberontakan di daerah Sadeng dan Keta. Pemberontakan ini mengangkat peran Gajah Mada di Majapahit.

Baca juga  Mengenal Tahapan Dalam Daur Nitrogen

Di masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi dikenal sebagai masa perluasan wilayah kekuasaan Majapahit. Gajah Mada mengucapkan sumpahnya yang disebut Sumpah Palapa saat dilantik oleh raja sebagai Patih Amangkubhumi Majapahit pada tahun 1334. Sebelumnya Gajah Mada telah berhasil mengatasi berbagai pemberontakan dan gejolak politik di wilayah kekuasaan Majapahit.

Tinggalkan komentar