Pengertian Narkoba, Jenis-Jenisnya, Serta Bahayanya

Pengertian narkoba adalah jenis obat-obatan yang punya potensi bersifat adiktif. Karena potensi adiktif ini, beberapa jenis narkoba hanya digunakan menurut resep dokter. Penggunaan narkoba dianggap sebagai penyalahgunaan dan bisa memicu ketagihan dan kondisi yang mengancam nyawa.

Ada banyak jenis narkoba. Semua narkoba mempengaruhi tubuh penggunanya, tapi efek pastinya bergantung pada komponen yang ada di dalamnya.  Kebanyakan narkoba diklasifikasikan berdasarkan kategori tertentu, seperti halusinogen, stimulan, dan depresan.

Cara kerja narkoba

Photo credit: Google

Narkoba bekerja di dalam tubuh dengan mengikatkan diri pada reseptor rasa sakit di sistem saraf agar signal sakit tertahan. Sebagai akibatnya, jenis obat ini kadang diresepkan untuk sementara waktu untuk mengatasi rasa sakit yang berat yang tidak merespon bentuk pereda sakit lainnya.

Ada jenis narkoba yang dianggap legal tapi harus berdasarkan resep dokter dan diminum sesuai rekomendasi resep. Sedangkan untuk narkoba yang paling sering di salah-gunakan adalah heroin dan opium.

Efek samping narkoba

Photo credit: Google

Efek samping narkoba mencakup:

–          Penurunan rasa sakit

–          Pusing

–          Euforia

–          Ketergantungan fisik

–          Penurunan repirasi

–          Penenang

–          Masalah perut, mual, muntah dan konstipasi.

Ketika seseorang menggunakan narkoba selama periode tertentu, ia meningkatkan risiko mengalami kecanduan. Ini terutama terjadi bila ia menggunakan obat di luar rekomendasi dokter.

Narkoba bersifat adiktif karena secara sementara membuat orang merasa nyaman, dan orang terus mencari rasa nyaman ini dengan mengkonsumsinya.  Terlebih, kadang tubuh membutuhkan narkoba untuk berfungsi normal. Ketika ini terjadi, ia mengalami ketergantungan fisik terhadap kandungan narkoba.

Baca juga  Jangan Takut Meminta Feedback Kepada Pelanggan Email Anda (Studi Kasus)

Efek berbahaya dari narkoba

Photo credit: Google

Narkoba bisa berbahaya, tidak hanya karena potensi penyalahgunaan dan ketagihan, tapi juga karena kadang memicu overdosis dan kematian.

Berikut ini efek merugikan dari penyalahgunaan narkoba:

Reaksi kimia otak

Photo credit: Google

Otak adalah organ paling kompleks pada tubuh manusia. Meski beratnya bisa kurang dari 3 pound, secara misterius otak mengontrol baik pikiran dan proses psikologis yang membuat Anda hidup. Narkoba mengubah apa yang Anda rasakan dengan mengubah reaksi kimia yang membuat otak bekerja dengan lancar.

Ketika Anda pertama kali menggunakan narkoba, otak melepas zat yang disebut dopamine yang membuat Anda merasa senang dan ingin lebih banyak mengonsumsi narkoba. Setelah itu, Anda jadi ingin dosis yang lebih yang membuat Anda merasa lebih baik bukan?

Seiring waktu, pikiran Anda terbiasa dengan tambahan dopamine. Anda tidak bisa berfungsi normal tanpanya. Semua tentang Anda akan berubah, termasuk kepribadian, memori, dan proses tubuh.

Komplikasi kesehatan

Photo credit: Google

Penggunaan narkoba berdampak pada tiap bagian tubuh, dari jantung ke perut. Penyalah-gunaan narkoba bisa memicu detak jantung abnormal dan serangan jantung. Narkoba  injeksi bisa menyebabkan pembuluh darah collapse dan infeksi di katup jantung.

Beberapa jenis narkoba bisa juga menghentikan pertumbuhan tulang, sedang lainnya menyebabkan kram otot berat. Menggunakan narkoba di jangka waktu lama juga akan perlahan merusak ginjal dan liver.

Infeksi

Photo credit: Google

Ketika Anda di bawah pengaruh narkoba, Anda jadi lupa kalau harus berhubungan seks terlindungi. Melakukan hubungan seks tanpa perlindungan meningkatkan kemungkinan terpapar penyakit menular seksual. Berbagi jarum suntik yang digunakan untuk menyuntikkan narkoba tertentu bisa membuat Anda terjangkit penyakit seperti hepatitis C, hepatitis B, dan HIV. Anda bisa juga menyebarkan flu akibat berbagi pipa dan bong.

Konsekuensi hukum

Photo credit: Google

Narkoba tidak hanya punya efek negatif pada kesehatan tapi juga bisa punya konsekuensi hukum yang Anda jalani seumur hidup.

Baca juga  Cerita Motivasi Yang Menginspirasi

Banyak perusahaan meminta Anda untuk menjalani tes narkoba sebelum menawarkan pekerjaan, bahkan banyak yang meminta tes narkoba setelah Anda jadi pegawai. Tidak berhenti menggunakan narkoba bisa membuat Anda jadi pengangguran yang bisa jadi masalah yang lebih serius.

Mengemudi di bawah pengaruh narkoba bisa memicu kecelakaan yang membuat Anda masuk penjara.

Masalah keuangan

Photo credit: Google

Narkoba mahal harganya, terutama ketika Anda menggunakannya dalam jumlah banyak dan konstan. Penyalah-gunaannya juga berdampak pada produktivitas dan keberhasilan di dunia kerja dan sekolah. Waktu yang dihabiskan untuk mencari, menggunakan, dan memulihkan diri dari narkoba jauh lebih baik dihabiskan untuk mempelajari skill baru untuk meningkatkan karir Anda.

Cedera dan kematian

Photo credit: Google

Bila Anda menggunakan narkoba, Anda lebih mungkin mengalami cedera fisik atau terlibat dalam kecelakaan mobil. Yang lebih parah, Anda juga punya risiko kematian baik karena bunuh diri dan pembunuhan.

Efek narkoba pada perilaku

Photo credit: Google

Kandungan pada narkoba bisa memicu banyak masalah perilaku, baik untuk jangka waktu pendek dan panjang yang mencakup:

–          Paranoid

–          Agresif

–          Halusinasi

–          Impulsif

–          Hilang kontrol diri.

Efek narkoba pada janin

Photo credit: Google

Narkoba punya risiko untuk wanita hamil dan janin yang dikandungnya. Narkoba bisa mengandung zat yang berbahaya bagi janin. Wanita hamil yang menggunakan narkoba lebih mungkin membahayakan janin dengan perilaku berisiko dan nutrisi buruk. Narkoba juga bisa memicu kelahiran prematur atau berat lahir rendah. Selain itu, narkoba dapat menyebabkan bayi mengalami cacat lahir atau masalah belajar dan perilaku nantinya.

Jenis-jenis narkoba

Berikut beberapa jenis narkoba dan ancaman yang dimilikinya:

Kokain

Photo credit: Google

Narkoba ini banyak jenisnya. Pengguna bisa menghirup bubuk  kokain melalui hidung atau menginjeksikannya ke aliran darah. Kokain adalah stimulan yang sangat adiktif.

Baca juga  Sayyidul Istighfar, Doa Terbaik Untuk Memohon Ampunan Allah

Kokain memicu otak melepas dopamine dan menciptakan rasa senang serta bahagia. Efek ini terjadi sebentar, sehingga mendorong orang menggunakannya berulang kali untuk mendapat efek yang sama.

Risikonya:

–          Peningkatan detak jantung

–          Tekanan darah tinggi

–          Suhu tubuh naik

–          Hilang selera makan, kurang gizi

–          Jantung rusak dan serangan jantung

–          Stroke

–          Kematian

–          Kesulitan menelan

–          Risiko HIV dan hepatitis C karena berbagi jarum suntik.

Ketika digunakan selama kehamilan bisa menyebabkan aborsi spontan, berat lahir rendah, dan cacat lahir.

Ecstasy

Photo credit: Google

Pengguna sering mengonsumsi narkoba ini dalam bentuk pil atau tablet, atau kadang diinjeksikan ke pembuluh darah. Ecstasy bersifat stimulan dan halusinogen. Ecstasy meningkatkan tingkat zat kimia di otak termasuk serotonin, dopamin, dan norepinephrine.

Ecstasy mengubah mood dan membuat Anda merasa lebih dekat dan lebih akrab dengan orang lain. Pengguna merasakan energi yang meningkat. Ketika efek ecstasy mereda, bisa memicu kebingungan, depresi, kecemasan, dan masalah tidur.

Efek fisik pada tubuh bisa sangat mirip dengan stimulan lain seperti kokain, antara lain:

–          Meningkatkan detak jantung

–          Meningkatkn tekanan darah

–          Otot tegang

–          Mual

–          Penglihatan kabur

–          Pusing

–          Berkeringat.

Heroin

Photo credit: Google

Heroin digunakan dengan cara disuntikkan, dihirup, atau dihisap. Heroin dengan cepat diserap ke otak, yang membuat penggunanya sangat ketagihan.

Efeknya memberi rasa senang diikuti mulut kering, sensasi berat pada lengan dan kaki, dan pikiran kabur. Penggunaan heroin bisa mematikan, juga dapat memicu:

–          pembuluh darah collapse

–          infeksi kulit

–          masalah gastrointestinal

–          penyakit ginjal

–          risiko HIV dan hepatitis C melalui berbagi jarum suntik.

Bila dikonsumsi selama hamil bisa menyebabkan aborsi spontan, berat lahir rendah, serta cacat lahir.

Tinggalkan komentar