Penelitian Sosial dan Contohnya

Penelitian sosial adalah metode yang digunakan oleh ilmuwan dan peneliti sosial untuk mengetahui tentang orang dan masyarakat agar mereka bisa mendesain produk atau layanan yang memenuhi berbagai kebutuhan orang atau masyarakat tersebut.

Berbagai aspek perilaku manusia perlu dipelajari untuk memahami pemikiran dna feedback mereka terhadap dunia sosial, yang bisa dilakukan melalui penelitian sosial.

Topik apa saja bisa memicu penelitian sosial, misalnya fitur baru, trend pasar baru, atau peningkatan pada teknologi lama.

Penelitian sosial dilakukan dengan mengikuti rencana tindakan yang sistematis yang menyertakan metode observasi kualitatif dan kuantitatif.

  • Metode kualitatif mengandalkan komunikasi langsung serta observasi, dan analisa teks. Hasil dari metode ini lebih fokus pada akurasi dibanding generalisasi keseluruhan populasi.
  • Metode kuantitatif menggunakan teknik analisa statistik untuk mengevaluasi data yang dikumpulkan melalui survey, polling, atau kuesioner.

Penelitian sosial mengandung elemen kedua metode ini untuk menganalisa berbagai kejadian sosial seperti investigasi situs bersejarah, sensus penduduk, analisa tentang peningkatan laporan tindak kejahatan di sebuah wilayah, dan sebagainya.

Jenis-jenis penelitian sosial

Ada 4 jenis utama dari penelitian sosial, yakni penelitian kualitatif, kuantitatif, primer, dan sekunder.

Penelitian kualitatif

Photo credit: Google

Penelitian kualitatif didefinisikan sebagai metode untuk mengumpulkan data melalui pertanyaan terbuka dan diskusi. Ada 5 metode dalam penelitian kualitatif, yakni penelitian etnografi, fokus kelompok, wawancara satu-satu, analisa konten, dan studi kasus.

Biasanya pada pengumpulan data kualitatif, peserta tidak keluar dari ekosistem untuk mendapat informasi real time. Peneliti menggunakan banyak metode untuk mengumpulkan data kualitatif untuk masalah yang kompleks.

Baca juga  Menggunakan Judul Email Yang Sama Dalam Email Marketing (Studi Kasus)

Penelitian kuantitatif

Photo credit: Google

Penelitian kuantitatif adalah pengumpulan data yang sangat informatif yang dilakukan melalui media survey, polling, atau kuesioner. Data yang terkumpul bisa dianalisa untuk menyimpulkan hasil numerik atau statistik.

Ada 4 metode penting dalam penelitian kuantitatif, yakni penelitian survey, penelitian korelasi, penelitian kausal-komparasi, dan penelitian eksperimental. Penelitian ini dilakukan pada sampel yang representatif, biasanya menggunakan pertanyaan terbuka dan data ditampilkan dalam bentuk tabel atau grafik.

Penelitian primer

Photo credit: Google

Penelitian primer dilakukan oleh peneliti sendiri. Ada daftar pertanyaan yang peneliti ajukan yang nantinya disesuaikan berdasarkan target pasar. Pertanyaan ini dikirim ke responden melalui survey, polling, atau kuesioner agar menganalisanya jadi mudah bagi peneliti. Karena dikumpulkan oleh tangan pertama, datanya sangat akurat sesuai persyaratan penelitian.

Penelitian sekunder

Penelitian sekunder adalah metode dimana informasi telah dikumpulkan oleh organisasi penelitian. Koran, komunitas online, laporan, bukti audio visual dan sebagainya masuk dalam kategori data sekunder.

Setelah mengidentifikasi topik penelitian dan sumber penelitian, peneliti bisa mengumpulkan informasi yang ada yang tersedia dari sumber tadi. Mereka lalu bisa menggabungkan semua informasi untuk membandingkan dan menganalisanya untuk mendapat kesimpulan.

Metode dalam penelitian sosial

Berikut ini metode yang digunakan dalam penelitian sosial:

Survey

Photo credit: Google

Survey dilakukan dengan mengirim pertanyaan ke sampel individu. Informasi dan feedback terkumpul dari individu yang berasal dari berbagai latar belakang, suku, kelompok usia, dan sebagainya.

Survey bisa dilakukan melalui media online maupun offline. Karena kemajuan dalam media teknologi dan jangkauannya, media online telah berkembang dan ada peningkatan jumlah orang yang bergantung pada software survey online untuk melakukan survey dan polling secara teratur.

Ada berbagai jenis survey penelitian sosial: longitudinal, cross-sectional, dan penelitian korelasi. Survey penelitian longitudinal dan cross-sectional adalah metode observasi sedangkan survey korelasi adalah metode penelitian non eksperimen.

Survey penelitian sosial longitudinal dilakukan dengan sampel yang sama, sedang survey cross-sectional dilakukan pada sampel berbeda.

Baca juga  Gunakan Email Pengingat Untuk Membeli Lagi (Replenishment)

Eksperimen

Photo credit: Google

Penelitian eksperimen dilakukan oleh peneliti untuk mengamati perubahan dalam satu variabel ke variabel lain, misalnya untuk menentukan sebab akibat dari variabel. Pada eksperimen, ada teori yang perlu dibuktikan dengan observasi dan analisa yang seksama.

Eksperimen yang efisien akan berhasil dalam membangun relasi sebab akibat sekaligus membuktikan, menolak, atau membantah teori. Eksperimen laboratorium dan lapangan lebih banyak dipilih oleh peneliti.

Wawancara

Photo credit: Google

Teknik mengumpulkan pendapat dan feedback dengan mengajukan pertanyaan secara langsung, melalui telepon atau media online disebut penelitian wawancara. Ada wawancara formal dan informal.

Wawancara formal adalah wawancara yang diatur oleh peneliti dengan pertanyaan terbuka dan tertutup sedang wawancara informal adalah wawancara yang lebih ke percakapan dengan peserta dan sangat fleksibel untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi.

Observasi

Photo credit: Google

Pada penelitian observasi, peneliti diharapkan terlibat dalam kehidupan sehari-hari peserta untuk memahami rutinitas, skill membuat keputusan, kemampuan menghadapi tekanan, dan kesukaan serta ketidak-sukaan secara keseluruhan. Misalnya observasi yang seksama dilakukan untuk menentukan faktor perubahan seperti apakah dalam hukum yang berdampak pada gaya hidup masyarakat.

Contoh topik penelitian sosial

Photo credit: Google

Menulis penelitian sosial sepertinya lebih mudah dibanding menulis topik lain, tapi tetap saja butuh pendekatan yang kreatif, serta pemikiran di luar kotak (out of the box).

Bila Anda sedang mencari topik penelitian sosial, mungkin salah satu dari daftar berikut bisa Anda pilih:

–          Diskriminasi gender dan gerakan anti kekerasan

–          Strata sosial dan ketidaksetaraan

–          Masalah anak tanpa orangtua

–          Pornografi

–          Krisis kependudukan

–          Misi kemanusiaan

–          Standar kecantikan sebagai faktor penyebab depresi

–          Isolasi sosial terhadap penderita HIV/AIDS

–          Keamanan berinternet

–          Melawan rasisme

–          Hukuman mati apakah diperlukan?

–          Melawan kemiskinan

Baca juga  Mengenal Logo Koperasi dan Artinya

–          Akses air bersih di negara ketiga

–          Pendidikan gratis untuk semua orang

–          Obesitas dan hambatan dalam kehidupan sosial

–          Kekerasan di dalam sekolah

–          Isolasi sosial

–          Bullying di sekolah dan kampus

Metode sampling yang digunakan

Berikut ini metode sampling yang bisa digunakan dalam penelitian sosial:

Sampling acak

Photo credit: Google

Contoh sampling acak adalah memilih sembarang nama. Tiap orang di populasi punya kesempatan yang sama untuk terpilih. Cara ini mudah karena cepat dan bisa dilakukan oleh komputer.

Sampling sistematis

Photo credit: Google

Contoh sampling sistematis adalah memilih tiap orang kesepuluh pada daftar. Ini bisa berisiko tidak representatif seperti random sampling, misalnya tiap orang kesepuluh bisa saja perempuan.

Sampling bertingkat

Metode ini berusaha membuat sampel serepresentatif mungkin, menghindari masalah yang bisa disebabkan pada sampling acak. Cara melakukannya dengan membagi sampel menjadi kelompok lebih kecil seperti kelompok sosial, usia, gender, dan sebagainya. Individu dipilih secara acak dari kelompok ini.

Baca artikel lainnya tentang pentingnya integrasi sistem.

Sampling kuota

Photo credit: Google

Di metode ini peneliti akan memastikan sampel sesuai dengan kuota tertentu. Misalnya peneliti diberitahu untuk mencari 90 peserta, dengan 30 orang diantaranya pengangguran. Peneliti lalu mencari 30 orang ini.

Multistage sampling

Di sampling ini, peneliti memilih sampel dengan menggunakan kombinasi dari beberapa metode sampling, misalnya peneliti menggunakan sampling sistematik di tahap 1, lalu di tahap 2 menggunakan sampling acak.

Sampling bola salju

Photo credit: Google

Di metode ini, peneliti mencari beberapa peserta, lalu meminta peserta mencari peserta lain, dan seterusnya. Ini berguna ketika sampel sulit diperoleh. Misalnya penelitian untuk investigasi tindak kejahatan.

Akan sulit menemukan sample penjahat karena peneliti tidak mengenal mereka, tapi para kriminal kenal banyak orang yang bisa partisipasi, jadi akan lebih efisien untuk menggunakan metode bola salju.

Tinggalkan komentar