Mengenal Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Ada perbedaan mendasar dari penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Bisnis, psikologi, marketing, dan banyak bidang lain semua bergantung pada bukti dan informasi yang diperoleh dari penelitian. Skill penelitian jadi kunci untuk membuat keputusan.

Memahami bagaimana mencari sumber, menganalisa, dan mengasimilasi informasi secara efektif bisa jadi perbedaan besar antara keputusan yang berhasil dan yang membawa bencana.

Bila Anda belum familiar dengan penelitian kualitatif dan kuantitatif, berikut ini adalah penjelasannya.

Penelitian kuantitatif

Photo credit: Google

Kuantitatif berarti sesuatu yang bisa dihitung. Jadi penelitian kuantitatif mencakup metode penelitian yang menghasilkan angka yang bisa menjadi statistik. Metode penelitian kualitatif menjawab pertanyaan yang dimulai dengan kata tanya “kapan,” “dimana,” “berapa banyak” dan “seberapa sering.”

Tapi di metode penelitian kuantitatif, mencakup survey dan eksperimen, yang bisa ditemukan hampir di tiap bidang profesional. Misalnya, peneliti pasar melakukan survey untuk menemukan informasi demografi tentang pelanggan. Kepolisian membandingkan jenis kejahatan berbeda. Manajer keuangan mengumpulkan informasi tentang investasi.

Bukti dikumpulkan melalui metode ini lalu bisa digunakan dalam model matematika untuk mengidentifikasi trend atau memprediksi performanya di masa mendatang.

Metode dalam penelitian kuantitatif

Photo credit: Google

Eksperimen biasanya menghasilkan data kuantitatif. Tapi metode penelitian lain seperti observasi dan kuesioner bisa juga menghasilkan informasi kuantitatif. Misalnya, skala tingkat atau pertanyaan dengan jawaban “ya” atau “tidak” pada kuesioner bisa menghasilkan data kuantitatif karena menghasilkan data numerik atau data yang bisa dimasukkan ke katogori jawaban “ya” atau “tidak”, misalnya.

Baca juga  Bagaimana Cara Uninstall Avast dari PC?

Analisa data pada penelitian kuantitatif

Photo credit: Google

Statistik membantu mengubah data kuantitatif menjadi informasi berguna untuk membantu membuat keputusan. Kita bisa gunakan statisitik untuk merangkum data, menjelaskan pola, hubungan, dan koneksi. Statistik bisa deskriptif atau inferential.

Penelitian kualitatif

Photo credit: Google

Mesk penelitian kuantitatif bisa memberitahu “kapan,” “dimana,” dan “seberapa sering” sesuatu terjadi, penelitian kualitatif melihat “kenapa” dan “bagaimana.” Penelitian kualitatif menghasilkan observasi, catatan, dan deskripsi perilaku dan motivasi. Metode penelitian di kategori ini mencakup:

  • Wawancara, baik dalam bentuk pertanyaan terstruktur atau membiarkan subjek menceritakan pengalaman mereka.
  • Fokus kelompok, observasi dari kelompok orang yang punya atribut sama, misalnya wanita usia lebih dari 40 tahun untuk memberi pendapat tentang topik tertentu.
  • Review, menggunakan literatur atau tulisan yang telah terbit untuk menentukan sikap terhadap sebuah subjek.
  • Observasi, peneliti melihat orang di rutinitas keseharian dna membuat catatan atau merekam dokumen dari perilaku mereka.

Baca artikel lainnya tentang ukuran postcard dan sejarahnya.

Metode pada penelitian kualitatif

Photo credit: Google

Penelitian kualitatif menggunakan berbagai metode untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang bagaimana orang menerima kenyataan sosial tertentu dan bagaimana mereka bertindak di dunia sosial. Contohnya kuesioner dengan pertanyaan terbuka, dokumen, observasi, dan etnografi.

Peneliti punya beberapa metode untuk mengumpulkan material empiris, mulai dari wawancara hingga observasi langsung, analisa artifak, dokumen, dan rekaman kultural,  hingga penggunaan material visual atau pengalaman personal.

Contoh tepat untuk metode penelitian kualitatif berupa wawancara yang tidak terstruktur yang menghasilkan data kualitatif melalui penggunaan pertanyaan terbuka. Ini membuat responden berbicara lebih mendalam dan menggunakan kata-kata mereka sendiri.

Ini membantu peneliti mengembangkan pemahaman seseorang terhadap situasi tertentu. Data kualitatif bisa lebih dari sekedar kata-kata atau teks. Foto, video, suara rekaman, dan seterusnya, bisa dianggap data kualitatif.

Baca juga  Gambaran Surga Menurut Al Quran

Analisa data pada penelitian kualitatif

Photo credit: Google

Penelitian kualitatif sangat kreatif. Peneliti tidak hanya memperoleh data empiris lalu dengan mudah menulis temuannya.

Interpretasi kualitatif dilakukan dan berbagai teknik bisa digunakan seperti analisa konten, analisa tematik, atau analisa discourse.

Batasan penelitian kualitatif

Photo credit: Google

Karena waktu dan biaya, desain kualitatif tidak secara umum menarik sampel dari set data berskala besar. Waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan data, analisa, dan interpretasi data cukup lama. Analisa data kualitatif cukup sulit dan diperlukan ahli di area yang dibutuhkan untuk menerjemahkan data kualitatif.

Kekuatan penelitian kualitatif

Photo credit: Google

Karena keterlibatan peneliti, peneliti memperoleh sudut pandang orang dalam di bidang ini. Ini membuat peneliti menemukan masalah yang sering terlewat.

Penelitian kualitatif menggunakan gaya deskriptif dan naratif. Penelitian ini bisa menguntungkan bagi pelakunya karena bisa mengubah laporan kualitatif untuk melihat bentuk pengetahuan yang mungkin tidak tersedia sehingga memperoleh wawasan baru.

Penelitian kualitatif dilakukan di ilmu sosial. Sosiolog, antropolog, dan sejarawan semua menggunakan metode penelitian kualitatif hingga saat ini. Tapi sekarang begitu juga para perancang sistem komputer serta pengembang produk. Pada dasarnya, siapa saja yang pekerjaannya bergantung pada pemahaman bagaimana orang berinteraksi dengan berbagai hal di lingkungan perlu melakukan penelitian kualitatif.

Kapan menggunakan penelitian kualitatif vs penelitian kuantitatif

Photo credit: Google

Data kuantitatif cukup mendukung untuk melihat gambaran umum. Data kualitatif menambahkan detail dan bisa juga memberi elemen manusia pada hasil survey Anda.

Kita lihat bagaimana menggunakan masing-masing metode ini dalam projek penelitian:

  • Formulasi hipotesa. Data kualitatif membantu Anda mengumpulkan informasi detail pada topik tertentu. Anda bisa gunakan ini untuk memulai penelitian dengan menemukan masalah atau kesempatan yang orang pikirkan. Ini bisa menjadi hipotesa untuk dibuktikan melalui penelitian kualitatif.
  • Validasi hipotesa. Penelitian kuantitatif akan memberi Anda angka yang bisa Anda terapkan pada analisa statistik untuk memvalidasi hipotesa. Apakah masalah benar-benar nyata atau hanya persepsi seseorang? Fakta yang diperoleh akan membuat Anda bisa membuat keputusan berdasarkan observasi yang objektif.
  • Mencari jawaban umum. Penelitian kuantitatif biasanya punya lebih banyak responden dibanding penelitian kualitatif karena lebih mudah melakukan survey dengan banyak pilihan dibanding sejumlah wawancara. Karenanya bisa membantu bila Anda mengajukan pertanyaan yang lebih luas, seperti apakah orang lebih suka Anda dibanding kompetitor? Layanan apa yang paling penting di perusahaan Anda? Iklan mana yang paling menarik?
  • Menyertakan elemen manusia. Penelitian kualitatif bisa juga membantu tahap akhir dari projek Anda. Jawaban yang Anda peroleh dari pertanyaan terbuka bisa memberi elemen manusia pada angka objektif dan trend pada hasil.
Baca juga  Aneka Resep Puding Susu Dengan Berbagai Topping

Metode penelitian gabungan

Photo credit: Google

Anda bisa gunakan campuran metode penelitian untuk membantu mengumpulkan bukti komprehensif atau memberi gambaran lebih lengkap tentang apa yang Anda pelajari. Misalnya, di skenario riset pasar, setelah mengumpulkan informasi kuantitatif tentang jumlah orang yang membeli produk di 6 bulan terakhir, Anda lalu bisa lakukan wawancara kualitatif untuk mencari tahu kenapa mereka membeli atau tidak membeli produk serta bagaimana pendapat mereka tentang produk.

Dilengkapi dengan kedua metode penelitian, Anda bisa lebih baik dalam membuat keputusan di bidang apapun.

Tinggalkan komentar