Menggunakan Kode Referal Dalam Email Marketing (Studi Kasus)

Kode referal

Kode referal bekerja dengan sangat baik dalam meraih hal berikut: referrer (pengguna yang mengajak temannya untuk bergabung), referee (orang yang diajak oleh referrer untuk bergabung), dan bisnis.

Menurut ReferralCandy, 83% pelanggan yang puas bersedia merekomendasikan sebuah produk atau layanan tapi sebenarnya hanya 29% yang melakukannya.

Jika Anda dapat memotivasi mereka untuk membagikan kepada teman dan keluarga, hal itu membuat konversi menjadi lebih mudah karena 92% konsumen mempercayai sesuatu yang direkomendasikan (iklan referal).

Menambahkan kode referal ke email Anda adalah salah satu cara untuk mengubah setiap email menjadi peluang penjualan melalui metode lama yaitu buzz marketing.

Uber melakukan hal tersebut dengan sangat baik. Dibawah ini adalah footer dari setiap tanda terima Uber:

Kode referal 1

Tidak hanya pelanggan menjadi senang ketika mendapatkan hadiah untuk perjalanan berikutnya, tapi hal ini merupakan strategi cerdas yang telah membantu Uber tumbuh dengan cepat:

Uber menjelaskan, “Sebanyak 95% dari pengendara kami telah mendengar tentang Uber dari pengendara Uber lainnya. Keviralan kami hampir belum pernah terjadi sebelumnya. Setiap 7 perjalanan yang kita tempuh mampu mengajak satu pengendara baru”.

Sangat menakjubkan.

Dollar Shave Club memberi penekanan lebih pada referal ini di email mereka:

Kode referal 2

Mengapa Anda tidak melakukannya?

Nah, Anda harus yakin sepenuhnya dengan merek Anda untuk mengubah pelanggan menjadi penjual merek Anda. Kemudian, mereka harus cukup yakin dengan produk Anda untuk memberi tahu teman dan keluarga mereka tentang hal itu.

Jika saat ini produk Anda belum terjual maksimal, sertakan kode referal di email Anda untuk menarik perhatian.

Siap memanfaatkan referal dalam email marketing Anda?

Tinggalkan komentar