Klasifikasi Tomat, Kandungan Nutrisi, Serta Manfaatnya Untuk Kesehatan

Berikut ini klasifikasi tomat sebagai salah satu tanaman yang banyak mengandung nutrisi serta memiliki manfaat bagi kesehatan:

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Super Divisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Sub Kelas : Asteridae
  • Ordo : Solanales
  • Famili : Solanaceae
  • Genus : Solanum
  • Spesies : Solanum lycopersicum L

Dikenal dengan nama latin Solanum lycopersicum, tomat adalah jenis tanaman yang berasal dari Amerika Selatan. Sering dianggap sebagai buah, tomat sebenarnya dikategorikan sebagai sayuran.

Tomat jadi sumber antioksidan bernama lycopene, yang dianggap punya banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.

Tomat juga jadi sumber vitamin C, potasium, folat, dan vitamin K.

Tomat biasanya berwarna merah bila telah matang, tapi bisa punya warna yang bervariasi, mulai dari kuning, orange, hijau, dan ungu. Ada juga subspesies dari tomat, yang punya bentuk dan rasa bervariasi.

Fakta nutrisi tentang tomat

Photo credit: Google

Kandungan air pada tomat sekitar 95 persen. Lima persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan serat.

Satu tomat berukuran medium (123 gram) mengandung hanya sekitar 22 kalori.

Karbohidrat

Photo credit: Google

Karbohidrat mencapai 4 persen pada tomat mentah, dengan jumlah kurang dari 5 gram karbohidrat pada tomat ukuran rata-rata (123 gram). Glukosa dan fruktosa mencapai 70 persen dari kandungan karbohidratnya

Serat

Photo credit: Google

Tomat jadi sumber serat yang baik. Ada sekitar 1,5 gram serat pada tomat berukuran rata-rata. Kebanyakan serat (87 persen) pada tomat tidak bisa larut, dalam bentuk hemicellulose, cellulose dan lignin.

Baca juga  Fungsi Percakapan Pribadi Dalam Email Marketing (Studi Kasus)

Intinya, tomat segar punya karbohidrat rendah (4 persen). Kandungan karbohidrat utamanya terdiri dari simple sugar dan serat yang tidak bisa larut.

Kandungan vitamin dan mineral pada tomat

Photo credit: Google

Tomat jadi sumber yang tepat untuk beberapa vitamin dan mineral:

  • Vitamin C: merupakan nutrisi dan antioksidan yang penting. Satu tomat ukuran sedang bisa memberi sekitar 28 persen asupan harian vitamin C yang direkomendasikan.
  • Potasium: merupakan mineral penting, bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah penyakit kardiovaskular.
  • Vitamin K1: juga dikenal dengan nama phylloquinone. Vitamin K penting untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang.
  • Folat: merupakan salah satu vitamin B, penting untuk pertumbuhan jaringan yang normal serta fungsi sel. Folat khususnya penting untuk wanita hamil.

Intinya, tomat menjadi sumber beberapa vitamin dan mineral seperti vitamin C, potasium, vitamin K, dan folat.

Komposisi senyawa pada tomat

Photo credit: Google

Kandungan vitamin dan senyawa pada tomat bisa berbeda-beda bergantung variasi tomat.

Berikut ini komposisi utama senyawa pada tomat:

  • Lycopene: merupakan pigmen berwarna merah dan antioksidan, yang telah terbukti punya manfaat kesehatan.
  • Beta karoten: antioksidan berwarna kuning, yang diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh.
  • Naringenin: ditemukan pada kulit tomat, flavonoid ini terbukti menurunkan peradangan dan melindungi dari berbagai penyakit.
  • Asam klorogenat: senyawa antioksidan yang kuat, yang bisa menurunkan tekanan darah pada pasien dengan tekanan darah tinggi.

Klorofil dan karotenoid menyebabkan warna pada tomat. Ketika proses pematangan dimulai, klorofil (hijau) menurun dan karotenoid (merah) meningkat.

Lycopene pada tomat

Photo credit: Google

Diantara senyawa yang ditemukan pada tomat, lycopene termasuk yang penting. Lycopene adalah karotenoid yang palin banyak ditemukan di tomat yang telah matang dan ditemukan paling tinggi pada bagian kulitnya.

Baca juga  Penggunaan Metode 1-2-3 Dalam Email Marketing (Studi Kasus)

Semakin merah warna tomat, semakin banyak kandungan lycopene-nya.

Produksi olahan tomat seperti jus tomat dan saus tomat, jadi sumber makanan yang kaya lycopene. Jumlah lycopene di produk olahan tomat sering kali jauh lebih tinggi dibanding tomat segar.

Pada saus tomat, mengandung 10 sampai 14 mg lycopene, tapi tomat segar mengandung hanya 1 sampai 8 mg lycopene.

Makanan lain bisa menimbulkan efek penyerapan lycopene yang kuat pada sistem pencernaan. Mengonsumsinya bersama lemak bisa meningkatkan penyerapan hingga 4 kali lipat.

Tapi tidak semua orang menyerap lycopene di tingkat yang sama.

Meski tomat yang diproses lebih tinggi kandungan lycopene-nya, tetap dianjurkan untuk mengonsumsi tomat dalam kondisi segar, bila memungkinkan.

Manfaat kesehatan dari tomat

Konsumsi tomat dan produk olahan tomat terkait dengan banyak manfaat seperti menurunkan risiko penyakit jantung, mencegah kanker, dan meningkatkan kesehatan kulit.

Kesehatan jantung

Photo credit: Google

Penyakit kardiovaskuler, termasuk serangan jantung dan stroke, adalah penyebab kematian paling umum di dunia.

Penelitian pada pria usia menengah menunjukkan kalau tingkat rendah lycopene dan beta karoten pada darah terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke.

Bukti dari percobaan menunjukkan kalau suplementasi lycopene efektif untuk menurunkan kolesterol LDL. Percobaan pada produk tomat juga menunjukkan manfaat terhadap peradangan dan penyebab stres oksidatif. Juga terlihat efek perlindungan pada lapisan dalam pembuluh darah dan bisa menurunkan risiko pembekuan darah.

Pencegahan kanker

Photo credit: Google

Kanker merupakan istilah untuk pertumbuhan tidak terkontrol dari sel abnormal yang menyebar di luar batas, dan sering menyerang bagian tubuh lain.

Penelitian menemukan hubungan antara tomat, produk olahan tomat, dan penurunan masalah prostat, paru-paru, dan kanker perut.

Kandungan lycopene yang tinggi diyakini menjadi penyebab utama efek perlindungan ini, tapi penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan hal ini.

Baca juga  Tunjukkan Kepedulian Kepada Pelanggan Email Anda (Studi Kasus)

Penelitian pada wanita menunjukkan kalau konsentrasi karotenoid, yang ditemukan dalam jumlah banyak pada tomat, bisa melindungi perkembangan kanker payudara.

Kesehatan kulit

Photo credit: Google

Tomat dianggap bermanfaat untuk kesehatan kulit. Makanan yang mengandung tomat memiliki kandungan lycopene tinggi dan senyawa lain yang bisa melindungi dari kulit terbakar.

Menurut sebuah penelitian, ada 40 persen risiko lebih rendah kulit terbakar setelah penggunaan 40 gram pasta tomat yang memiliki 16 mg lycopene, bersama minyak zaitun, setiap hari selama 10 minggu.

Alergi akibat konsumsi tomat

Photo credit: Google

Tomat biasanya bisa ditoleransi dan alergi tomat sangat jarang  terjadi. Tomat lebih sering menyebabkan reaksi alergi pada individu yang punya alergi terhadap grass pollen. Kondisi ini disebut pollen-food allergy syndrome atau oral-allergy syndrome.

Pada oral-allergy syndrome, sistem kekebalan menyerang protein buah dan sayur yang mirip serbuk sari, yang memicu reaksi alergi seperti gatal pada mulut, tenggorokan atau bengkak pada mulut dan tenggorokan.

Orang dengan alergi lateks juga bisa mengalami reaksi terhadap tomat.

Pencemaran

Photo credit: Google

Tomat bisa mengandung florida tingkat tinggi bila terpapar gas florida atau florida dari tanah.

Kesimpulan

Photo credit: Google

Tomat punya tekstur berair, penuh kandungan antioksidan, dan bisa membantu melawan berbagai penyakit. Tomat sangat tinggi kandungan lycopene, senyawa yang terkait dengan peningkatan kesehatan jantung, mencegah kanker, dan melindungi kulit terbakar matahari. Tomat bisa jadi bagian dari pola makan sehari-hari.

Tinggalkan komentar