9 Tips Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial

Interaksi sosial bisa diartikan sebagai cara seseorang berbicara atau bersikap terhadap orang lain.

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda coba untuk mengembangkan interaksi sosial yang lebih baik dengan rekan kerja, klien, atau orang-orang di sekitar Anda lainnya:

Menyapa

interaksi sosial
Photo credit: Google

Tak ada orang yang suka ketika tidak dihargai atau tidak dianggap. Yang perlu Anda lakukan adalah membuat orang lain merasa nyaman. Ini bisa dilakukan dengan sapaan sederhana atau jabatan tangan erat sambil menatap mata lawan bicara.

Mudah untuk mendeteksi apakah sapaan terlontar secara tulus atau hanya rutinitas. Yang Anda harus lakukan adalah benar-benar menyapa seseorang.

Anda bisa lakukan ini dengan:

  • Memberi pujian terhadap atribut seseorang, seperti baju, gaya rambut, atau mobilnya.
  • Membahas tentang ulang tahunnya, hari pernikahannya, hari kelulusannya, hewan peliharaannya, kesehatannya, dan sebagainya.
  • Bertanya tentang peristiwa yang baru saja dialami, seperti menghadiri acara tertentu atau berpartisipasi di organisasi amal, pekerjaan baru, dan sebagainya.
  • Berkomentar tentang olahraga, cuaca, atau lainnya.

Semua hal di atas adalah ungkapan rasa ketertarikan Anda terhadap lawan bicara. tapi sering kali sapaan hanya sekedar rutinitas. Padahal dengan menyapa Anda bisa membangun kerja sama dengan banyak orang.

Terlibat dalam percakapan

interaksi sosial
Photo credit; Google

Orang biasanya punya rasa penasaran tentang lawan bicaranya. Cara terbaik untuk mengomunikasikan in adalah dengan terlibat dalam percakapan. Beberapa orang memang malu dan cenderung menarik diri dari interaksi sosial.

Bila seseorang tidak mau memulai percakapan, yang lain bisa berinisiatif memulainya, cukup dengan bertanya, “Apa kabar?” atau “Gimana hari ini?”

Baca juga  3 Kerajinan Tangan Dari Bahan Bekas Yang Mudah Dibuat Tapi Bagus Hasilnya

Satu pemecah suasana yang tepat adalah dengan melontarkan candaan. Tapi coba hindari candaan yang ofensif dan sensitif.

Baca artikel lainnya tentang cara efektif berkomunikasi.

Percakapan harus berjalan dua arah, baik percakapan yang humoris maupun serius. Tunjukkan rasa ketertarikan Anda. Tetap fokus dan ajukan pertanyaan. Juga berhati-hati untuk tidak mendominasi percakapan kecuali ini yang memang jadi tujuan Anda.

Bila Anda punya kecenderungan untuk mendominasi percakapan, orang akan kurang suka terlibat perbincangan dengan Anda.

Ulurkan bantuan

interaksi sosial
Photo credit: Google

Banyak orang lebih memilih untuk duduk dan melihat orang melakukan suatu pekerjaan. Mengulurkan bantuan bisa jadi merepotkan, tapi ini menunjukkan ke orang lain kalau Anda ingin menolong. Ini juga akan membantu memudahkan Anda ketika membutuhkan bantuan.

Meminta saran

interaksi sosial
Photo credit: Google

Sering kali orang terlalu sombong atau terlalu keras kepala untuk meminta saran dari orang lain.

Tapi meminta saran dari kolega berarti Anda memperoleh dua hal. Pertama Anda mendapat jawaban yang Anda cari. Dan kedua, ini berarti Anda mempercayai dan menghormati pendapat orang lain. Dengan bercerita pada seseorang, pemberi saran merasa peduli pada kebutuhan Anda. Ini mendorong rasa saling percaya dan hormat.

Ketika Anda diminta untuk memberi saran ke orang lain, coba untuk bisa serasional mungkin. Bila Anda tidak tahu jawaban yang benar, jangan memberi saran yang salah atau menyesatkan seseorang. Ini hanya akan merusak kepercayaan orang terhadap Anda. Akan lebih baik mengarahkan ia ke orang yang bisa memberi jawaban yang dicari.

Membangun networking

interaksi sosial
Photo credit: Google

Berpartisipasi dalam organisasi bisa jadi kendaraan untuk berinteraksi sosial sekaligus bertukar ide dengan teman. Aktivitas semacam ini berguna untuk melatih skill sosial dasar kita dalam membina hubungan dengan orang yang memiliki skill dan pengetahuan berbeda yang bisa membantu kita.

Baca juga  Pengertian Komunikasi dan Cara Efektif Berkomunikasi

Anda juga bisa bergabung dengan organisasi sukarela. Karena forum semacam ini meningkatkan diri baik secara personal maupun profesional.

Ubah lawan jadi kawan

interaksi sosial
Photo credit: Google

Kita hidup di lingkungan yang kompetitif. Tapi tak ada salahnya bila berkompetisi secara baik. Tapi kadang kompetisi berakhir menjadi permusuhan. Ini yang perlu dihindari. Untuk mengatasi masalah ini, Anda perlu berlapang dada dalam kekalahan dan tidak congkak di saat menang.  Sebelum bertindak jauh, tanyakan ke diri sendiri apakah perlu menciptakan permusuhan untuk berada di posisi karir tertentu.

Kepribadian positif

interaksi sosial
Photo credit: Google

Orang biasanya tertarik pada orang dengan kepribadian positif. Ini tidak berarti kita harus selalu menunjukkan wajah tersenyum. Tapi kita perlu sadari, orang suka  pribadi yang optimis dibanding pesimis.

Hindari mengkritik seseorang atau sesuatu. Alasannya, ini lebih destruktif ketimbang konstruktif. Langkah yang perlu dipraktikkan adalah, ketika mengidentifikasi masalah, akan lebih baik menyarankan alternatif, bukan mengkritik.

Jadi, sebuah gelas apakah setengah penuh atau setengah kosong? Jawaban Anda menggambarkan bagaimana orang melihat Anda.

Jeli

interaksi sosial
Photo credit: Google

Perubahan selalu ada di sekitar kita, tapi butuh orang yang jeli untuk bisa melihat perubahan terkecil yang terjadi, baik berupa gaya rambut baru, berat badan berkurang, tugas kecil terselesaikan, atau apapun.

Ketika perubahan terdeteksi, tanyakan ke diri sendiri kenapa ini terjadi. Ini akan membantu Anda menerima perubahan sekaligus meningkatkan relasi interpersonal Anda. Misalnya, orang dengan mudah tersanjung ketika mendapat pujian tentang perubahan diri. Ini berarti Anda tertarik pada orang tersebut, yang mana jadi hal baik untuk hubungan Anda berdua.

Termasuk di area ini adalah mengingat nama orang. Akan terasa memalukan bila seseorang lupa dengan nama lawan bicaranya.

Ini mengisyaratkan seolah  lawan bicara tidak penting bagi Anda. Dan ini sangat tidak membantu dalam membangun hubungan.

Baca juga  4 Software Untuk Bikin Laporan Keuangan Jadi Lebih Mudah

Bersikap jujur dalam interaksi sosial

interaksi sosial
Photo credit: Google

Tiang dari interaksi sosial yang baik adalah rasa percaya. Dan tak ada yang bisa membangun rasa percaya selain kejujuran. Memiliki karakter yang jujur menunjukkan kalau Anda mandiri, kata-kata Anda bisa dipegang, dan Anda dipercaya untuk melakukan sesuatu dengan baik.

Tapi reputasi Anda bisa rusak dalam semalam bila Anda ketahuan berbohong. Karenanya jangan sampai salah. Bila Anda tidak tahu sebuah jawaban, jangan mengarangnya. Tapi berusahalah mencari jawaban yang benar.

Kita hidup di era dimana lebih umum menutupi kesalah daripada mengakuinya. Segera akui kesalahan Anda, perbaiki, dan peroleh rasa hormat dari orang sekitar Anda.

Ingat, tak ada orang yang ingin bekerja sama dengan orang lain yang dirasa akan curang atau menipu.

Tips yang dijelaskan di atas sederhana, tapi bisa sangat berpengaruh dalam interaksi sosial dengan orang lain. Pelaksanannya juga tidak rumit. Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan oleh mereka. Dan jangan lakukan sesuatu yang menyinggung perasaan, mempermalukan, atau tidak sesuai.

 

Tinggalkan komentar