6 Fakta Unik Tentang Burung Lovebird Yang Perlu Anda Tahu

Burung lovebird merupakan spesias beo yang  paling populer. Burung lovebird dikenal cantik dan cerdas. Karena memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, para pemilik perlu menyediakan mainan atau puzzle agar hewan ini tidak cepat merasa bosan. Burung yang berasal dari Afrika ini sering menjadi pilihan hewan peliharaan di rumah.

Kebanyakan lovebird mengonsumsi makanan yang terdiri dari buah, sayuran dan biji-bijian. Ada juga jenis lovebird yang makan serangga. Hewan ini umumnya bertahan hidup hingga 10 sampai 15 tahun tapi kadang bisa juga mencapai usia 20 tahun.

Bila Anda tertarik untuk tahu lebih banyak tentang burung lovebird, berikut ini kami berikan informasinya.

Jenis burung lovebird

6 Fakta Unik Tentang Burung Lovebird Yang Perlu Anda Tahu
Photo credit: lh3.googleusercontent.com

Ada tiga spesies paling populer dari lovebird, yang memiliki persamaan juga perbedaan. Lovebird merupakan burung yang aktif dan senang bermain. Burung lovebird senang mengeksplorasi tempat baru dan senang dengan mainan. Mainan ukuran besar maupun kecil, juga mainan yang bisa dikunyah atau dilempar sangat menyenangkan bagi burung ini.

Ada lovebird yang senang bersembunyi di saku pemiliknya. Para pemilik lovebird biasanya mengajarkan banyak trik ke burung ini.

Peach-Faced Lovebird

Jenis ini yang paling umum dijadikan hewan peliharaan. Tingginya sekitar 5 inci dan di Indonesia dikenal sebagai lovebird muka salem.

Peach-faced lovebird berkembang jadi ratusan mutasi warna yang bervariasi mulai dari warna putih (albino) hingga ungu gelap (mutasi violet). Banyak orang tidak mengenali lovebird bila warnanya tidak dinominasi hijau. Sebenarnya, warna, terutama warna yang jarang, bisa menentukan harga lovebird.

Baca juga  Tips Membuat Taman Minimalis di Dalam dan di Luar Rumah

Lovebird jenis peach-faced memiliki perilaku bersarang yang unik. Si betina mengunyah kertas atau material lain menjadi serpihan dan lalu menyelipkannya ke bagian bokong dan membawanya ke area sarang. Sarang bisa berada di dalam gubuk atau di sudut sangkar.

Burung jantan kadang mencoba mengunyah kertas tapi kurang punya kemampuan seperti betina. Setelah bertelur, burung jantan memberi makan betina ketika ia duduk di atas telur, tapi betina juga bergerak keluar masuk sarang.

Fischer’s Lovebirds

Lovebird jenis Fischer dikenal dengan lingkaran putih di sekitar mata. Ukurannya lebih kecil dari peach face dan masked lovebird, dan memiliki kicauan bernada tinggi.

Dari segi warna, Fischer memiliki warna paruh merah cerah-orange, wajah dan dada berwarna orange, dan bagian tubuh bawah serta sayap bewarna hijau.

Meski sebagian orang beranggapan Fischer lebih agresif dibanding peach-faced, temperamen keduanya berbeda. Lovebird jenis Fischer sangat sensitif dan ketika bertelur, akan meninggalkan sarang bila berusaha memeriksa bayi-bayinya.

Ketika membangun sarang, lovebird Fischer akan menyeret material sarang ke kotak sarang, di tempat si betina duduk.

Masked Lovebirds

Masked lovebird juga masuk kelompok lovebird dengan lingkaran pada mata. Warna dominan pada masked lovebird adalah paruh hitam dan orange, bulu dada kuning dan hijau pada sayap, ekor, dan tubuh bawah.

Fakta unik tentang burung lovebird

6 Fakta Unik Tentang Burung Lovebird Yang Perlu Anda Tahu
Photo credit: img00.deviantart.net

Berikut ini beberapa fakta unik tentang burung lovebird yang mungkin belum Anda ketahui:

Lovebird biasanya tidak bicara

Meski masuk kelompok beo, dan punya kemampuan untuk meniru bicara manusia, burung lovebird tidak masuk spesies yang dianggap sebagai burung bicara. Ini karena ketika menirukan suara, suara yang terdengar lebih seperti pengulangan suara sederhana seperti siulan atau suara bel pintu.

Baca artikel lainnya tentang tanaman hias indoor untuk percantik rumah Anda.

Tidak diketahui kenapa sebagian burung lovebird lebih suka meniru bicara manusia dibanding yang lain, tapi diyakini lovebird yang bisa bicara karena diajarkan sejak usia sangat kecil.

Baca juga  6 Gambar Kucing Lucu Yang Menggemaskan

Lovebird adalah spesies beo paling kecil

Meski masuk kelompok beo, lovebird merupakan famili beo paling kecil. Rata-rata, kebanyakan tinggi lovebird saat dewasa antara 5 sampai 7 inci, bila diukur dari paruh ke ujung bulu ekor.

Ukurannya yang kecil membuat burung ini populer sebagai hewan peliharaan di apartemen dan ruangan kecil lainnya. Kebanyakan pemilik merasa lebih mudah merawat burung kecil ini dibanding memelihara spesies beo yang lebih besar seperti burung kakaktua.

Lovebird tidak harus selalu berpasangan

Mitos yang berkembang mengatakan Anda tidak boleh memelihara hanya satu lovebird dan bila tidak berpasangan, mereka akan mati karena depresi. Meski benar kalau lovebird merupakan burung sosial yang berinteraksi dan harus terstimulasi secara sosial, pada banyak kasus, lebh baik bagi pemilik untuk memelihara hanya satu lovebird.

Burung yang berpasangan cenderung saling terikat dan menghindari interaksi manusia. Mereka yang ingin burung lovebird lebih terbuka dan mudah ditangani manusia harus meluangkan waktu untuk bermain dan bersosialisasi dengan mereka agar kebutuhannya terpenuhi.

Lovebird sangat aktif

Seperti semua jenis beo, lovebird sangat aktif dan butuh latihan fisik untuk berada di kondisi fisik yang baik. Bila Anda tertarik memelihara burung ini, berarti Anda harus mempersiapkan tempat yang aman untuk bermain di luar sangkar selama beberapa jam per hari. Ini akan membuat burung berlatih fisik yang dibutuhkan untuk jadi sehat, serta memberi stimulasi mental yang penting yang dibutuhkan hewan cerdas ini.

Spesies lovebird yang berbeda membangun sarang dengan cara berbeda

Fisher’s lovebirds (Agapornis fischeri) membawa satu serpihan ranting di paruhnya untuk membangun sarang. Sedangkan Peach-faced lovebirds (Agapornis roseicollis) menyembunyiakan ranting di bulunya.

Beberapa lovebird bersifat androgini

Di tiga spesies lovebird yang dijelaskan di atas, burung jantan dan betina punya karakteristik yang jelas sehingga Anda bisa membedakannya. Misalnya pada lovebird jenis Agapornis taranta, jantan memiliki bulu mahkota merah sedang betina seluruhya hijau.

Baca juga  Teknik Jagal Sapi: Panduan Penyembelihan Dari Awal Hingga Tuntas!

Tapi spesies lain tidak memiliki perbedaan seksual yang jelas terlihat, sehingga sulit menentukan jenis kelamin dengan hanya melihatnya. Pada beberapa spesies, burung jantan terlihat lebih besar dari betina tapi tes DNA dibutuhkan untuk memberi hasil yang jelas.

Harga burung lovebird

6 Fakta Unik Tentang Burung Lovebird Yang Perlu Anda Tahu
Photo credit: aws.ehowcdn.com

Warna bulu yang indah serta kicauan yang merdu membuat banyak orang tertarik memelihara burung lovebird. Sebelum memutuskan untuk menjadikannya sebagai hewan peliharaan, ada baiknya Anda tahu lebih dulu harga burung lovebird yang ada di pasaran. Harga burung lovebird di pasaran saat ini menyesuiakan dengan jenis dan usianya.

Untuk harga lovebird Blorong ada di kisaran Rp 1.000.000 untuk anakan dan Rp 2.000.000 untuk dewasa. Lovebird kepala emas harganya di kisaran Rp 500.000 untuk anakan dan Rp 1.000.000 untu dewasa. Sedangkan lovebird pastel biru harga anakan mulai dari Rp 300.000 dan Rp 600.000 untuk dewasa.

Lovebird biola jadi jenis lovebird yang menyandang predikat harga paling mahal. Lovebird jenis ini memiliki bulu yang didominasi warna merah di bagian kepala sampai leher serta warna hijau di tubuhnya. Harga untuk lovebird jenis ini berkisar di nominal Rp 5.500.000.

 

Tinggalkan komentar