Contoh CV Mahasiswa Dalam Bahasa Inggris

Anda seorang mahasiswa dan ingin melamar pekerjaan? Pastikan Anda membaca panduan untuk membuat CV yang bagus yang bisa meningkatkan kemungkinan Anda diterima bekerja. Contoh CV mahasiswa dalam Bahasa Inggris bisa dilihat pada tampilan berikut ini:

Photo credit: Google

Menyusun CV bisa jadi tugas yang memakan waktu, tapi ini jadi sesuatu yang mudah dipelajari.

Sebelum menulis CV

Photo credit: Google

Ketika menulis CV, yang paling penting adalah mempersiapkannya. Gagal melakukan persiapan sama artinya dengan mempersiapkan kegagalan.

Sebaiknya Anda mulai dengan pen dan kertas dan buat daftar pekerjaan yang pernah Anda lakukan dan prestasi yang pernah Anda capai.

Ini akan membuat Anda memutuskan dengan tepat apa yang penting dan apa yang tidak cukup impresif untuk dituliskan. Anda bisa buat CV maksimal 2 halaman, pastikan dengan struktur yang baik.

Apa yang perekrut cari?

Ini pertanyaan penting yang tiap calon pekerja perlu tanyakan? Sebelum menulis tentang diri Anda, coba pikirkan apa yang perekrut cari dari Anda agar bisa menjadi kandidat yang tepat.

CV yang sesuai dengan lowongan pekerjaan

Photo credit: Google

Bila Anda melamar kerja yang membutuhkan skill tertentu (misalnya posisi graphic design) sebaiknya adaptasi CV dan pengalaman kerja untuk menunjukkan kalau Anda tepat untuk pekerjaan ini.

Juga pastikan skill Anda sesuai dengan tiap posisi yang Anda lamar. Tiap bisnis unik, jadi luangkan waktu untuk meriset website perusahaan serta akun media sosial atau bahkan kontak pegawainya.

Baca juga  Memanfaatkan Efek Zeigarnik Dalam Email Marketing

Sifat kandidat yang tepat

Perekrut akan mencari sifat tertentu pada pegawai baru, jadi kandidat yang tepat akan bervariasi dari satu posisi ke posisi lainnya. Tapi akan ada skill spesifik atau pengalaman kerja yang relevan yang membuat Anda mendapat pekerjaan, ada banyak skill yang perekrut selalu cari.

Kemampuan berikut kemungkinan membuat Anda mendapat pekerjaan lebih baik:

  • Manajemen diri (dan waktu)
  • Kerja team dan leadership
  • Memecahkan masalah
  • Skill komunikasi
  • Menangani pelanggan
  • Prestasi akademik dan ekstra kurikuler
  • Skill IT
  • Komitmen dan antusias.

Perhatikan skill yang paling diinginkan perekrut untuk membantu memutuskan apa yang akan Anda sertakan dalam CV.

Apa yang membuat Anda kandidat ideal untuk sebuah posisi?

Photo credit: Google

Sekarang Anda sudah mengetahui apa yang perekrut cari. Jangan berpura-pura menjadi orang yang bukan Anda, tapi sebaiknya tekankan dan tonjolkan aspek edukasi Anda, pengalaman kerja dan minat terhadap pekerjaan.

Format CV yang tepat

Langkah pertama ketika menulis CV adalah memutuskan bagaimana menata pengalaman kerja sehingga perekrut bisa dengan mudah memahami dan mengikuti apa yang Anda katakan.

Ada banyak jumlah format berbeda yang bisa Anda coba ketika bicara tentang layout CV, tapi dua yang paling  penting adalah CV dengan kronologi terbalik dan CV berdasarkan skill.

Keduanya punya manfaat, dan pilihan ada di pihak Anda. CV berdasarkan skill biasanya paling baik untuk kandidat dengan jumlah pengalaman kerja lebih banyak, tapi Anda bisa juga manfatkan layout kronologis.

Apapun yang Anda pilih, pastikan cukup di dua halaman kertas ukuran A4.

CV dengan kronologi terbalik:

  • Ini merupakan tipe CV yang paling umum.
  • Buat daftar pengalaman berdasarkan urutan kronologis, dengan yang paling baru di bagian atas.
  • Formatnya mudah dan cepat digunakan.
  • Skill bisa di-highlight di bawah tiap pengalaman kerja (bila Anda mengulangi skill yang sama, Anda bisa lebih baik menggunakan layout berdasarkan skill)
Baca juga  Pengertian Laporan dan Jenis-Jenis Laporan

CV berdasarkan skill

  • Tipe CV ini menekankan skill Anda lebih dulu
  • Pengalaman kerja dibuat di bawah tiap skill, dengan tahun dan ringkasan singkat dari tugas kunci atau pencapaian dalam pekerjaan
  • Agar lebih mudah, pilih 5 skill untuk pekerjaan yang Anda lamar, lalu pilih 2 atau 3 contoh untuk tiap skill, termasuk edukasi, aktivitas kerja, dan lainnya.
  • Anda bisa juga membagi skill menjadi heading utama: pendidikan, pekerjaan, prestasi.

Manfaat format CV ini adalah Anda dengan jelas mengidentifikasi skill yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan dan bagaimana membuat perekrut lebih mudah membuat keputusan dengan cepat. Format ini tidak dianjurkan untuk mereka yang punya sedikit pengalaman kerja.

Tips penulisan CV

Photo credit: Google

Yang perlu diperhatikan dalam penulisan CV:

  • Pastikan CV terdiri dari 2 halaman A4. Atur dengan baik marginnya, CV dengan lebih dari 2 halaman kemungkinan tidak dibaca perekrut.
  • Tidak ada format wajib, jadi jangan khawatir bila CV Anda terlihat berbeda dari yang lain. Ini justru memberi kesan unik. Format baru seperti CV dengan infografik menjadi lebih populer di kalangan industri desain, tapi buat yang simpel, dan jangan berlebihan misalnya dalam menggunakan watermark.
  • Gunakan kalimat dan paragraf pendek.
  • Highlight skill yang penting.
  • Hindari tulisan berwarna, buat konsisten, dan mudah dibaca.
  • Dukung skill dengan pengalaman kerja yang relevan, dan begitu sebaliknya.
  • Jangan gunakan kata yang sama berulang lagi.

Bagian-bagian dalam CV

Berikut ini bagian-bagian yang ada dalam CV:

Kontak detail

Anda perlu gunakan nama lengkap dengan tulisan besar pada atas halaman. Di bawahnya sertakan alamat, alamat email, dan nomor kontak.

Pendidikan dan kualifikasi

Di bagian ini buat daftar pendidikan dari yang terbaru. Ingat, sertakan nama tiap sekolah, universitas atau institusi lain, serta tahun Anda mengikutinya.

Baca juga  Mengirim Email Di Waktu Yang Tepat Dalam Email Marketing

Riwayat kerja

Seperti pada bagian pendidikan di atas, Anda mulai dengan pekerjaan yang paling baru. Sertakan apakah posisi Anda full time, parttime, voluntary, atau magang. Sertakan bulan dan tahun Anda bekerja pada tiap tempat.

Photo credit: Google

Skill yang Anda miliki

Anda tidak perlu buat CV berdasarkan skill kecuali cara ini memberi Anda kesempatan untuk memperluas skill utama yang Anda miliki, dan sertakan lebih banyak lagi. Skill spesifik seperti IT dan bahasa bisa disertakan di bagian ini.

Ini adalah area yang bisa membuat Anda dipanggil interview, jadi jangan mengada-ngada dan pastikan Anda bisa berikan contoh yang relevan bila diminta.

Referensi

Anda perlu sertakan bagian referensi. Anda tuliskan dua kontak,  satu untuk akademik dan satu untuk atasan sebelumnya. Anda bisa tuliskan “References available upon request” untuk menghemat tempat,  tapi lebih baik bila Anda bisa siapkan dua kontak.

Anda perlu harus minta izin ke orang atau perusahaan yang relevan sebelum menuliskan nama mereka sebagai referensi. Ini agar tidak membuat Anda dan mereka malu bila perekrut melakukan follow up tanpa pemberitahuan.

Tinggalkan komentar